Walkot Prabumulih Minta Maaf Usai Copot Kepsek karena Tegur Anaknya

Kemendagri usai memeriksa Wali Kota Prabumulih, Arlan
Sumber :
  • ANTARA/Fath Putra Mulya

Jakarta, VIVA – Wali Kota Prabumulih Arlan, meminta maaf kepada masyarakat dan warga Prabumulih atas kegaduhan yang terjadi buntut polemik pencopotan Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah. 

img_title Jawab Instruksi Prabowo, Kemendagri Jalankan Program Ekosistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Adapun, kasus ini bermula usai anaknya disebut kedapatan membawa mobil ke sekolah dan menjari viral di media sosial karena kepala sekolah dicopot oleh Arlan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Permohonan maaf tersebut disampaikan Arlan usai memberikan keterangan di Inspektorat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dia didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prabumulih. Selain itu, Kepala SMPN 1 Prabumulih Roni Ardiansyah juga turut hadir. 

img_title Protokol Kemendagri Terus Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme Keprotokolan Lintas Kelembagaan

Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Sumatera Selatan, Roni Ardiansyah

Photo :
  • Istimewa

“Pertama-tama saya mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, terkhusus masyarakat Prabumulih. Saya mengakui kesalahan saya atas kejadian ini. Saya juga memohon maaf kepada Pak Roni, Kepala SMP Negeri 1, atas kesalahan yang saya lakukan,” ucap Arlan dalam konferensi pers di Inspektorat Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis, 18 September 2025.

img_title Perkuat Ketepatan Penyaluran Subsidi Energi Pakai NIK, Pertamina Patra Niaga Gandeng Dukcapil

Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut pencopotan kepsek hingga anaknya membawa mobil ke sekolah menjadi pelajaran penting baginya sebagai kepala daerah maupun sebagai orang tua murid.

“Tanpa adanya kejadian ini, saya tidak bisa mengontrol diri. Dengan adanya kejadian ini saya ambil hikmahnya,” kata dia.

Lebih lanjut, Arlan juga membeberkan kronologi kejadian. Menurutnya, insiden itu terjadi pada 5 September 2025, bertepatan dengan hari libur nasional. Dia menyebut, saat itu, anaknya bersama teman-teman mengikuti latihan drum band yang jaraknya sekitar 150 meter dari sekolah. Namun, hujan mengguyur Prabumulih. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pada hari itu hujan deras. Anak saya bersama teman-teman balik ke sekolahan. Anak saya ditelepon guru kalau mau turun bisa masuk lewat mobil. Anak saya diantar supir, bukan dibawa sendiri. Mau masuk, tidak boleh, langsung dia keluar. Begitu dia keluar, selesai,” jelasnya.

Pangkas Waktu Verifikasi Bansos, Kemendagri  Dorong Pemanfaatan IKD di Palembang

Pangkas Waktu Verifikasi Bansos, Kemendagri Dorong Pemanfaatan IKD

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Rebranding Layanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Ditjen Dukcapil Kemendagri bersama Anggota Komisi II DPR R Ishak Mekki di Ruang Rapa

img_title
VIVA.co.id
21 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut