Golkar Nilai Program MBG Tak Perlu Dihentikan, tapi Benahi Pengelolaannya

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham
Sumber :
  • VIVA.co.id/Rahmat Fatahillah Ilham

Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak perlu dihentikan. Ia mengatakan bahwa pemerintah harus membenahi pelaksanaan program tersebut. 

img_title Tak Bisa Lewat Jalan Darat, 2.356 Paket MBG Diantar Pakai Kapal ke Desa Terluar

Hal itu disampaikan Idrus dalam merespons kasus keracunan massal yang terjadi di sejumlah daerah usai mengkonsumsi MBG. Hal itu memicu desakan agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu dihentikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Idrus menegaskan bahwa sebuah program harus dilihat dari berbagai perspektif, di antaranya, yaitu aspek filosofis, konstitusional, serta konsep dan target. 

img_title Dana Dapur MBG Tak Cair, BGN Minta SPPG Penuhi Syarat Ini

Bupati Bandung Barat, Ritchie Ismail meninjau korban keracunan MBG

Photo :
  • tvOne

"Dari aspek filosofis, konstitusional, program dan target-target yang ingin dicapai, ini enggak ada masalah. Tetapi yang ada masalah adalah ada pada tataran  pelaksanaan,” kata Idrus dalam keterangannya, Jumat, 26 September 2025.

img_title Survei IPO: Elektabilitas Gerindra Teratas Capai 23,1%, Disusul PDIP dan Golkar

Ia menekankan bahwa jika terjadi keracunan, maka yang harus dikaji adalah bagaimana pengelolaan dan pengawasannya, bukan langsung menghentikan program.

Idrus menyebut bahwa aspek keamanan pangan dan manfaat gizi bagi penerima harus diperhitungkan dalam pengelolaan MBG.

“Pengelolaan programnya itulah yang perlu kita kaji dan perbaiki kalau misalkan ada keracunan, kenapa terjadi begitu pengelolaannya, salah satu di antaranya pengawasan dan penyediaan gizi itu,” kata Idrus.

Ia juga menyerukan agar pihak-pihak yang ingin bermain-main segera diberi tindakan tegas agar tidak merusak legitimasi program.

Menurutnya, persoalan MBG bukan persoalan substansi program, namun lebih pada substansi tata laksananya. 

Idrus menjelaskan ada tiga rangkaian tata laksana, yang mutlak menjadi perhatian serius pengelola. Sebab, masing-masing memberi kontribusi 100 persen dalam menentukan sehat tidaknya makanan.

Pertama, kata dia, perhatikan bahan baku yang ada di program MBG itu. Menurutnya, bahan baku menjadi sangat penting dalam proses pembuatan makanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kedua pada proses. Bagaimana pengelolaannya, sehat atau tidaknya sebuah makanan, 100 persen terletak pada bagaimana makanan itu di proses, dikelola. Jangan karena ini bersifat massal, lalu dikelola secara ugal-ugalan. Asal mateng saja, asal mencapai target. Jangan, karena setitik saja kemasukan nila saat memproses, rusak dan tak berarti lagi semua gizi pada makanan itu," kata Idrus.

UMKM binaan BRI jadi pemasok program MBG

Photo :
  • BRI

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut