Pemerintah Imbau Masyarakat Pasang Bendera Setengah Tiang Hari Ini

Jejak Pengkhianatan G30S/PKI
Sumber :
  • YouTube tvOnenews

Jakarta, VIVA – Pemerintah mengimbau masyarakat untuk memasang bendera setengah tiang pada hari ini, Selasa, 30 September 2025. Hal itu dilakukan untuk mengenang masa kelam dalam perjalanan bangsa Indonesia, yakni peristiwa G30S/PKI.

img_title Prabowo: Saya Ikuti Garis Politik Jokowi, Sejak Sebelum Dilantik Sebagai Presiden

Imbauan itu juga tertuang dalam surat edaran bernomor 8417/MK.L/TU.02.03/2025 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kebudayaan RI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setiap kantor instansi pusat dan daerah, kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, satuan pendidikan serta seluruh komponen masyarakat Indonesia pada tanggal 30 September 2025 agar mengibarkan bendera setengah tiang," dikutip dari surat tersebut, Selasa, 30 September 2025.

img_title PDIP Buntuti Gerindra di Puncak, PSI Ungguli Demokrat! Ini Hasil Survei Elektabilitas Parpol Jelang 2029

Film G30S/PKI yang akan tayang di tvOne

Photo :
  • tvOne

Diketahui, aturan tentang Bendera Setengah Tiang tertuang dalam UU Nomor 24 Tahun 2009.

img_title Temui Muhammadiyah, Gema Bangsa Bahas Dinamika Politik hingga Kemandirian Negara

Dalam aturan itu disebutkan, bendera negara dapat digunakan sebagai tanda perdamaian, tanda berkabung, maupun penutup peti atau usungan jenazah. Pasal 12 ayat (2) secara khusus menjelaskan bahwa bendera setengah tiang memiliki makna sebagai tanda berkabung.

Sejarah G30S PKI

Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S PKI) menjadi salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah bangsa Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965, ketika enam jenderal dan satu perwira militer diculik serta dibunuh oleh kelompok yang menamakan diri mereka “Gerakan 30 September”.

Namun, hingga kini, perdebatan mengenai latar belakang, aktor, dan motif di balik peristiwa tersebut masih terus berlangsung. Sejarawan menilai G30S PKI tidak bisa dipandang sebagai aksi tunggal PKI, melainkan melibatkan dinamika politik yang kompleks saat itu.

Menurut catatan Ensiklopedia Nasional Indonesia, pada masa itu Indonesia berada dalam situasi politik yang sangat tegang. PKI mengalami perkembangan pesat dengan dukungan besar dari kalangan buruh dan petani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, Angkatan Darat menilai pengaruh PKI semakin mengancam. Ketegangan ini semakin diperparah oleh kondisi ekonomi yang memburuk serta pengaruh Perang Dingin, di mana blok Barat dan Timur berebut pengaruh di Indonesia.

Pasca peristiwa ini, Angkatan Darat di bawah Mayor Jenderal Soeharto bergerak cepat mengambil alih kendali. PKI kemudian dituduh sebagai dalang utama, yang berujung pada pembubaran partai tersebut serta gelombang kekerasan massal terhadap anggota dan simpatisan PKI di berbagai daerah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut