Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny Sulit Teridentifikasi Akibat Sidik Jari Rusak, Tim DVI Maksimalkan DNA

Tim SAR mengevakuas korban Musala Ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin, (29/9)
Sumber :
  • BNPB

Sidoarjo, VIVA – Proses identifikasi lima jenazah korban ambruknya mushalla Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, mengalami kendala serius. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri kesulitan melakukan pencocokan karena kondisi sidik jari para korban sudah rusak akibat pembusukan.

img_title Ilmuwan Teliti Variasi DNA untuk Mengungkap Hubungan Genetik dengan Perilaku Makan

"Dari lima jenazah yang diperiksa ini kan rata-rata usia 12-15 tahun. Nah, sidik jarinya sudah mulai rusak karena sudah mulai membusuk," kata Kabid DVI Pusdokkes Polri, Kombes Pol dr Wahyu Hidajati di RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, Jumat 3 Oktober 2025 dikutip Antara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan, identifikasi menggunakan gigi dan pakaian juga tidak memberikan hasil yang maksimal.

img_title Polisi Identifikasi Siapa Saja yang Pernah Masuk ke Ruangan Penyimpanan Senjata di Sekolah Swasta Jaksel Lewat DNA

"Pertumbuhan gigi anak usia belasan tahun hampir sama, sementara seragam santri rata-rata putih dan sarung tanpa ciri khusus," jelas Wahyu.

Dengan kondisi tersebut, tim DVI kini memaksimalkan pemeriksaan DNA sebagai metode utama. Namun, ia mengingatkan bahwa proses ini tidak bisa cepat.

img_title Hanya Butuh Satu DNA, dr Sumy Hastry Ungkap Cara Dokter Forensik Bongkar Kedok Pelaku Kekerasan Seksual

"Langkah terakhir kami tentu mengambil semua sampel DNA dari keluarga dan jenazah. Kalau DNA terbukti match, itu sudah tidak terbantahkan lagi. Jadi kita menuju ke sana sambil berkejaran dengan waktu," katanya.

Menurut Wahyu, hasil identifikasi DNA paling cepat memerlukan waktu tiga hari, namun bisa mencapai dua minggu tergantung kondisi laboratorium.

Ia pun meminta keluarga korban untuk tetap sabar menunggu.

"Masih proses, jadi untuk keluarga mohon bersabar," ujarnya.

Tim DVI memastikan bahwa setiap perkembangan akan langsung disampaikan kepada keluarga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Akan kita hubungi, kita sampaikan bahwa dari hasil rekonsiliasi pemeriksaan itu sudah ada titik terang. Jadi nanti bagaimana prosesnya, mau diserahkan bagaimana, perawatan jenazahnya, memandikannya, memakamkannya, itu kita sampaikan ke keluarga," tuturnya.

Hingga Jumat malam, sudah ada delapan jenazah korban ambruknya bangunan mushalla Ponpes Al Khoziny yang dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk menjalani proses identifikasi.

Kabid Humas PMJ, Kombes Pol Budi Hermanto dan Ketua PDFMI, Brigadir Jenderal Polisi dr. Sumy Hastry Purwanti

Makam Sutrimo Pria Diduga Karumga Febrie Adriansyah Dibongkar, Ada Pemeriksaan Toksikologi-DNA

Polda Metro Jaya membongkar makam Sutrimo, pria yang disebut-sebut pernah menjadi Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Banyumas.

img_title
VIVA.co.id
12 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut