Ada Potongan TKD, Komisi II DPR Minta Pemda Rasionalisasi Program Daerah

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse
Sumber :
  • ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Jakarta, VIVA – Komisi II DPR RI meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk merasionalisasi atau mengefektifkan lagi program yang betul-betul dibutuhkan atau diprioritaskan untuk masyarakat.

img_title Mendagri Dorong Pemda Terdampak Karhutla Segera Gunakan Bantuan Anggaran Penanganan

Hal itu disampaikan merespons adanya kebijakan pemotongan dana transfer ke daerah (TKD). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin menuturkan, jangan sampai ada program atau belanja daerah yang justru kurang dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Karena, dia menilai selama ini ada proyek pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah tapi dinilai kurang tepat.

img_title Blak-blakan! Prabowo Ungkap Banyak Pemda Tak Pakai Anggaran dengan Optimal

"Jangan sampai ada program begini, misalnya di suatu daerah lagi bangun kantor, antar kantor itu perlu dikasih pagar-pagar. Itu ngapain antar kantor di sela-sela lainnya harus ada pagar. Kan nambah biaya Itu," kata Zulfikar kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, dikutip dari ANTARA, Jumat, 10 Oktober 2025.

Menurut dia, DPR RI pun sudah berusaha untuk menambah anggaran TKD melalui pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

img_title Imbau Pemda Siapkan Mitigasi Risiko Obligasi, Purbaya Sebut Biar Tak Ganggu Ekonomi Nasional

Mudah-mudahan, kata dia, penambahan alokasi anggaran untuk TKD bisa segera disalurkan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan daerah.

Meski begitu, dia mengingatkan bahwa masih ada jalan lain bagi Pemda untuk membuat fiskal daerah bertambah, misalnya optimalisasi retribusi daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai pengungkit ekonomi daerah.

"Mungkin dari sisi tata kelolanya perlu diperbaiki yang selama ini penerimaan itu sering bocor, Pak Prabowo kan selalu bilang begitu, belanja juga sering bocor, bagaimana itu tidak terjadi lagi," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, menurut dia, pemda juga bisa menggali pembiayaan alternatif, misalnya melalui kerja sama program, atau kerja sama komunitas dunia usaha (public-private partnership).

"Daerah itu kan punya potensi, tidak ada daerah itu yang tidak punya potensi. Kenapa itu tidak bisa dikembangkan, kenapa tidak bisa menghadirkan investasi?" katanya.

Wamendagri, Bima Arya

Wamendagri Bima Arya Ungkao Pertumbuhan Ekonomi Daerah Tak Hanya Bergantung pada Belanja Pemerintah

Wamendagri Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya pemerintah daerah (Pemda) memahami potensi wilayah masing-masing sebagai upaya mendukung pencapaian target pertumbuhan

img_title
VIVA.co.id
18 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut