Soal Desakan DO Pembully Timothy, Begini Kata Mendikti Brian

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto
Sumber :
  • ANTARA/Andi Firdaus

Jakarta, VIVA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto angkat bicara soal desakan enam mahasiswa Universitas Udayana (Unud) diduga melakukan perundungan atau bully terhadap Timothy Anugerah Saputra dikenai sanksi drop out (DO). 

img_title Mendikti Brian Hormati Proses Hukum KPK Usai OTT Rektor-Wakil Rektor Unsoed

Brian menjamin, para terduga pelaku akan dikenai sanksi jika terbukti melakukan perundungan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Intinya sih kalau ada pelanggaran pasti kan ada sanksinya. Nanti sanksinya apa dan sebagainya itu nanti," kata Brian kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 20 Oktober 2025.

img_title Penembakan oleh Siswa di Thailand, Benarkah Dipicu Perundungan? Ini Kesaksian Teman dan Keluarga

Brian menjelaskan, dirinya sudah berkoordinasi langsung dengan pihak Universitas Udayana. Pihak kampus juga telah membentuk tim investigasi untuk mengusut dugaan pelanggaran di balik kematian Timothy.

"Mereka kan sudah membentuk tim untuk ngecek lebih lanjut, pelanggaran-pelanggaran apa yang mungkin terjadi," ucap dia.

img_title Buntut Kasus dr Adrian Rantung, Budi Gunadi Ungkap Alasan Kasus Bullying di PPDS Kerap Terjadi

"Intinya adalah kampus harus bebas dari kekerasan dan perundungan. Nah itu sudah ada ketentuannya, sudah ada aturannya. Nanti tim dari Pak Rektor yang sudah dibentuk akan melihat sejauh mana terjadi pelanggaran dan seterusnya," sambungnya. 

Lebih lanjut, Brian menyerahkan pengusutan dugaan pelanggaran ini kepada pihak kampus. Dia pun meminta agar pengusutan dilakukan dengan transparan sesuai ketentuan yang ada. 

"Memang selalu seperti itu. Semua pelanggaran tentunya kan di kampus dulu diselesaikan. Seperti apa. Karena kan kampus yang lebih paham. Kita hanya memantau saja. Kita minta agar seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan yang ada," pungkas Brian.

Sebelumnya diberitakan, Polisi terus mendalami kasus kematian mahasiswa Universitas Udayana (UNUD) Bali, Timothy Anugerah Saputra, yang diduga bunuh diri akibat perundungan di lingkungan kampus. Sejumlah fakta baru mulai terungkap.

Timothy Anugerah

Photo :
  • Instagram BEM Universitas Udayana

Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi, mengatakan pihaknya telah memeriksa seluruh rekaman kamera CCTV di area gedung tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan, korban terekam masuk ke gedung melalui lobi dan terlihat saat terjatuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, momen-momen sebelum kejadian di lantai 4 tidak terekam karena kamera di lokasi itu sudah lama tidak berfungsi alias rusak.

“Terekam oleh CCTV pada saat korban masuk ke gedung itu di lobi depan. Di CCTV yang sama juga merekam pada saat korban terjatuh. Namun, memang di lantai 4 itu ada CCTV, tetapi CCTV-nya rusak. Kami sudah koordinasi dengan pihak kampus juga. Itu rusaknya CCTV di lantai 4 diperkirakan sejak sekitar tahun 2023,” ujar Kompol Laksmi dikutip tvOne, Senin 20 Oktober 2025.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut