Mendikdasmen Sebut Game Bisa Jadi Media Pendidikan, Tapi ...

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Muti
Sumber :
  • VIVA/Muhammad Thoifur

Jakarta, VIVA – Game memiliki potensi untuk menjadi alat pembelajaran yang efektif, terutama dalam menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif, menyenangkan, dan relevan dengan generasi digital saat ini.

img_title Minecraft 26.4 Snapshot 1 Resmi Hadir, Vulkan Kini Jadi Pilihan Grafis Utama

Namun, tanpa pengawasan yang memadai baik oleh orang tua, sekolah maupun pembuat game bisa berubah menjadi risiko: mulai dari konten kekerasan atau tidak layak hingga kecanduan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi bermain game.

Photo :
  • Pixabay

img_title PS5 Bisa Berjalan di Xbox Series X Berkat Emulator Eksperimental

Terlebih, di Indonesia baru-baru ada peristiwa ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta yang dilakukan oleh seorang siswa, dan memakan korban. Adanya kejadian tersebut Presiden Prabowo Subianto berencana batasi game online yang mengandung kekerasan.

Ia dikabarkan tengah mempertimbangkan rencana pembatasan ketat terhadap penggunaan game online di Indonesia.

img_title 10 Mod GTA 5 Online Terbaik untuk Gamer Indonesia: Ada Kendaraan, Cuaca hingga Gameplay Lebih Realistis

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah melakukan pendekatan terhadap sekolah, baik dari guru maupun siswa. Melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan langkah-langkah dalam hal tersebut.

“Kami sudah menyampaikan dari awal bahwa game itu ada manfaatnya, ya itu sudah diskusi akademik yang sangat panjang. Game sebagai media pendidikan ya, tetapi game yang tidak diawasi itu menjadi masalah tersendiri,” kata Abdul Mu’ti di Jakarta, dikutip VIVA langsung Selasa, 11 November 2025.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ada problem dalam hal tersebut yaitu pengawasan untuk anak-anak. Saat ini, bermain game khususnya untuk anak-anak memang perlu adanya pengawasan terutama orang tua.

Mendidaksmen Abdul Muti bersama Menaker Yassierli dan Menter Abdul Kadir Karding

Photo :
  • Kemendikdasmen

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dan problemnya sekarang adalah, ya siapa yang bisa mengawasi ketika anak bermain game Apalagi ketika main game-nya dengan HP di kamar misalnya, itu kan tidak ada yang bisa mengontrol dan banyak kekerasan itu terjadi,” tambah Abdul Mu’ti.

Pemerintah menekankan bahwa pengawasan terhadap penggunaan game bukan hanya tugas sekolah, melainkan tanggung jawab bersama. Kemendikdasmen pun mengajak semua pihak agar menyikapi penggunaan game dengan keseimbangan, memilih game yang tepat, menetapkan batasan waktu, dan aktif mendampingi anak dalam menggunakan media digital.

Mendikdasmen Abdul Muti

Pengurangan Hadiah Olimpiade Sains Nasional SD-SMP, Abdul Mu'ti Buka Peluang Naikan di 2027

Sorotan terhadap nominal hadiah Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026, mendapat respons dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

img_title
VIVA.co.id
23 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut