Jelang Muktamar, Kiai Kafabihi Mahrus Dinilai Tepat Pimpin PBNU
- Dok. Istimewa
Menurutnya, Kiai Kafabihi bukan tipikal ulama yang hanya mengurung diri di dalam kitab. la memiliki kepekaan sosiologis yang tajam. Kiai Kafabihi juga dinilai memahami anatomi organisasi NU, dari dinamika syuriah-tanfidziyah hingga psikologi kaum santri.
"Beliau juga mampu berdialog dengan dunia luar, baik pemerintah maupun Ormas Islam lainnya, tanpa kehilangan identitas kesantriannya. Kemampuan membaca tanda-tanda zaman ini memastikan NU tetap menjadi pemain kunci dalam diplomasi Islam moderat," ujar Kiai Imam.
Di sisi lain, menurutnya kepemimpinan yang efektif bukan diukur dari retorika, melainkan dari kemampuan menciptakan harmoni di tengah perbedaan. Kesolidan jaringan alumni Lirboyo di bawah bimbingan beliau adalah bukti otentik bahwa Kiai Kafabihi memiliki tangan dingin dalam mengelola struktur yang masif.
la juga menilai, menjadikan KH Kafabihi Mahrus sebagai Rais Aam PBNU bukan sekadar rotasi kepemimpinan rutin.
"Terakhir, sekali lagi beliau adalah jembatan antara kemuliaan masa lalu dan tantangan masa depan. Di tangan ulama yang mumpuni secara intelektual dan kokoh secara spiritual inilah, masa depan jam'iyyah Nahdlatul Ulama berada pada jalur yang benar," pungkas Kiai Imam.