Uang Kompensasi Rumah Rusak Akibat Bencana Sumatera Cair Pekan Depan, Segini Besarannya

Mendagri Tito Karnavian meresmikan Hunian Sementara (Huntara) di Tapanuli Selatan
Sumber :
  • BPBD Prov Sumut

VIVA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Tito Karnavian mengatakan uang kompensasi kerusakan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatera sudah masuk ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

img_title 2.894 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Modifikasi Cuaca Fokus ke Wilayah Riau-Jambi-Sumsel

Menurut Tito, uang kompensasi itu kemungkinan besar diterima oleh masyarakat terdampak pada pekan depan atau pekan kedua Februari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dan saya minta kepada Kepala BNPB (Letjen Suharyanto) untuk minggu depan, tolong segera dieksekusi," kata Tito usai Peresmian Hunian Sementara Danantara di Wilayah Terdampak Bencana di Sumatra, di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara., Kamis, 5 Februari 2026. 

img_title Tangani Karhutla di Riau, Prabowo Akan Terbang ke Sumatera Hari Ini

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang didapat dari pemerintah daerah terdampak bencana, total ada 88.930 rumah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang rusak karena terdampak bencana. Rumah-rumah tersebut tersebar di 46 kabupaten/kota dari total 52 kabupaten/kota yang terdampak.

Jumlah itu terdiri atas 35.208 unit rusak ringan, 17.350 unit rusak sedang, dan 24.443 unit rusak berat. Warga yang rumahnya rusak ringan akan mendapatkan dana Rp15 juta. Sedangkan, untuk warga yang rumahnya mengalami rusak sedang akan mendapatkan Rp30 juta.

img_title Demi Korban Gempa NTT dan Karhutla, Zulhas Minta Gaji Kader PAN Dipotong Sebulan

Khusus warga yang rumahnya rusak berat, pemerintah memberikan dua opsi. Apakah akan tinggal di hunian sementara atau menerima dana tunggu hunian Rp600 ribu per kepala keluarga per bulan sampai hunian tetap terbangun.

"Dan perlu ditanya lagi, nanti rumahnya mau dibangun sendiri atau bersama-sama. Kalau sendiri, BNPB yang mengerjakan. Kalau bersama-sama, Menteri PKP (Perumahan dan Kawasan Permukiman)," kata Tito.

Selain tiga klasifikasi kerusakan tadi, pemerintah juga menerima data lain, yakni sebanyak 1.750 unit rumah hilang terbawa arus banjir atau tertimbun longsor. Untuk kasus seperti itu, Tito mengatakan warga terdampak akan mendapat perlakuan seperti warga yang rumahnya rusak berat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Klasifikasi terakhir, ada daerah yang hanya mengirimkan data secara gelondongan, yakni sebanyak 5.852 unit rumah rusak. Data itu tak memerinci mana yang rusak berat, rusak sedang ataupun rusak ringan.

"Jumlah kerusakan rumah warga ini tak disebut ringan, sedang, atau beratnya. Ini perlu diulang lagi (pendataannya)," tuturnya. (ant)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur

Imbas Kebakaran di Way Kambas, Prabowo: Gajah Terakhir Kita di Sumatera Harus Dirawat!

Prabowo meminta Taman Nasional Way Kambas di Lampung mendapat perhatian khusus dalam penanganan Karhutla. Sebab konservasi gajah dilakukan di Taman Nasional Way Kambas.

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut