Ribuan Mantan Suami di Surabaya Kena 'Blokir' Dukcapil Gara-gara Nunggak Nafkah

Pengadilan Agama Surabaya.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal (Surabaya)

VIVA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menangguhkan layanan kependudukan bagi ribuan mantan suami di Surabaya, yang belum menjalankan kewajiban nafkahnya setelah diputus cerai oleh pengadilan agama.

img_title Presiden Ingatkan Sinergi Pemerintah dalam Digitalisasi Administrasi Kependudukan: Tidak Bisa Ditawar

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan kebijakan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkot Surabaya dengan Pengadilan Agama (PA) yang telah terjalin sejak 2023. Disamping itu, kebijakan tersebut sebagai langkah tegas pemkot dalam rangka melindungi hak perempuan dan anak korban perceraian. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dispendukcapil Surabaya telah mengintegrasikan sistem layanan kependudukan dengan data Pengadilan Agama (PA) untuk memastikan mantan suami menjalankan kewajiban nafkahnya yang mencakup kewajiban nafkah anak, nafkah iddah, dan nafkah mut'ah sesuai amar putusan pengadilan.

img_title Luhut Sebut Dukcapil Jadi Kunci Transformasi Digital Pemerintah, Dorong Layanan Publik Berbasis AI

Melalui sistem yang terintegrasi langsung dengan dashboard PA, petugas dapat memantau data SIAK secara otomatis. Sistem akan mengirimkan notifikasi jika ditemukan warga yang masih memiliki tunggakan kewajiban pascaperceraian.

"Bukan terblokir, tapi layanan kependudukannya akan muncul notice dan tidak akan dilanjutkan. Dalam E-Kitir akan muncul jawaban bahwa pemohon belum melakukan kewajiban terhadap putusan Pengadilan Agama nomor sekian. Mereka harus melapor ke PA dulu, setelah dibayar, sistem akan terbuka otomatis," kata Eddy dalam keterangannya dikutip Rabu, 1 April 2026.

img_title Lampaui Target Kinerja 2025, Layanan Data Kependudukan Dukcapil Terus Terintegrasi

Menurutnya, langkah ini diambil karena banyaknya kasus mantan suami yang mengabaikan hak mantan istri dan anak-anak yang masih kecil pasca-perceraian, sehingga mereka tidak ternafkahi secara lahir sesuai dengan ketentuan PA. 

Inovasi perlindungan perempuan dan anak ini mendapatkan apresiasi tinggi, bahkan dari mancanegara. Eddy mengungkapkan bahwa lembaga peradilan tertinggi Australia atau setara dengan Mahkamah Agung telah melakukan kunjungan dan memantau program ini pada tahun 2024. 

"Ini menjadi pilot project. Mahkamah Agung RI juga sedang mengkaji peraturan agar program kolaborasi antara Pengadilan Agama dan Dispendukcapil ini bisa dijadikan program nasional di seluruh Indonesia," tambahnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan data terbaru, angka ketidakpatuhan terhadap putusan pengadilan di Surabaya masih cukup tinggi. Tercatat sebanyak 4.701 perkara nafkah anak masih belum terselesaikan, sementara hanya 1.513 perkara yang telah dinyatakan rampung. 

Kondisi serupa terjadi pada pemenuhan nafkah iddah, di mana terdapat 5.161 tunggakan kewajiban dibandingkan dengan 2.085 kasus yang terselesaikan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut