Kata Nasdem soal Fusi dengan Gerindra

Saan Mustopa di Kongres ke III Partai NasDem
Sumber :
  • VIVA.co.id/Zendy Pradana

Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem Saan Mustopa menjelaskan isu merger partainya dengan Gerindra. Ia mengaku baru mendengar isu tersebut.

img_title Heboh Putusan MA soal Suket Gibran, Gerindra Soroti Persoalan Status Wapres

"Ya, ini juga saya baru kaget juga ya, baru apa mencuat terkait dengan soal isu fusi ya. Bahkan dalam bahasa politik itu kan fusi ya, bukan merger bukan akuisisi ya. Fusi apa Gerindra Nasdem," kata Saan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 13 April 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) di Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Agustus 2024

Photo :
  • VIVA.co.id/Yeni Lestari

img_title Respons Menohok Gerindra soal Putusan MA Terkait Suket Gibran: Kita Perlu Stabilitas Politik

Saan mengatakan fusi merupakan hal yang biasa dalam dunia politik. Sebab, lanjut dia, pada tahun 1973 ada banyak partai politik yang melakukan fusi. 

Menurutnya, fusi merupakan sebuah ide atau gagasan yang sudah dipertimbangkan dan dimatangkan.

img_title Respons Menohok NasDem soal Ajakan PKS terkait Polemik Bukti Ijazah Gibran

"Kita kan dulu juga tahun 73 pernah juga ada fusi kan. Partai dari sekian banyak partai menjadi tiga partai di tahun 73. Dan sebagai sebuah ide, sebagai sebuah gagasan tentu apa ya dipertimbangkan atau dipikirkan kan menjadi hal yang biasa," ujar dia.

Terkait isu fusi Nasdem dan Gerindra, Saan menjelaskan banyak pertimbangan yang harus diambil, mulai dari ideologi hingga eksistensi kedua partai.

"Karena membangun atau mendirikan partai itu para pendiri partai masing-masing tentu punya idealisme punya ide punya gagasan ideologi dalam konteks yang berbeda-beda, nah ketika misalnya rencana atau ada wacana terkait dengan fusi, faktor itu juga kan perlu harus kita pertimbangkan, ideologi, identitas, eksistensi masing-masing partai," kata dia.

Menurutnya para pendiri suatu partai memiliki ide dan gagasannya masing-masing. Maka itu, fusi partai harus melalui banyak pertimbangan yang didasarkan semangat, motivasi dan filosofi.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco menghadiri acara puncak peringatan harlah PKB ke-26 di JCC, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Juli 2024

Photo :
  • VIVA.co.id/Yeni Lestari

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ketika kita mau apa wujudkan banyak hal yang harus dipikirkan ya, harus dipikirkan harus didiskusikan harus direncanakan," kata Saan.

"Tadi sekali lagi bahwa yang namanya partai itu kan refleksi dari apa idealisme gagasan cita-cita bahkan ideologi dari para pendirinya," imbuhnya.

Wapres Gibran Rakabuming Raka

Sikap 5 Partai usai Suket Ijazah Gibran Resmi Dinyatakan Tidak Sah, Bagaimana Nasib Wapres?

Sejumlah tokoh partai menanggapi putusan MA yang menolak suket penyetaraan pendidikan Wapres Gibran.Reaksi partai-partai besar ini mengarah pada nasib Gibran selanjutnya.

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut