Dituding Menista Agama, JK Tegaskan Cuma Bicara Perdamaian Saat Ceramah di UGM

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK)
Sumber :
  • YouTube

Jakarta, VIVA - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla menjelaskan dirinya cuma bicara perdamaian saat memberi ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Ramadhan 1447 Hijriah. Dia menegaskan tidak melakukan penistaan agama.

img_title Kawal Aksi Petani di Gedung DPR, Sebanyak 448 Polisi Dikerahkan

"Acara di UGM itu, acara ceramah pada bulan puasa, seperti dilakukan di mana-mana, di masjid. Saya diundang, datang, karena temanya adalah perdamaian. Jadi, khususnya temanya tentang langkah-langkah ke perdamaian," kata JK, sapaan akrabnya, dikutip Minggu, 19 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

JK juga menjelaskan bahwa dalam ceramah tersebut, dirinya membahas mengenai perdamaian yang merupakan akhir dari sebuah konflik.

img_title Gubernur Kalsel Perintahkan Rumah Sakit Prioritaskan Korban KM Virgo Transport 8

Dengan demikian, JK mengatakan sempat membahas sejumlah konflik di dunia, termasuk 15 konflik di Indonesia.

"Ada konflik karena ideologi kayak Madiun, ada konflik karena wilayah kayak Timtim (Timor Timur), ada konflik karena ekonomi kayak di Aceh. Saya jelaskan satu per satu," katanya.

img_title Kabar 5 Jurnalis Hilang Kontak Liput Anak Krakatau Disebut Terdampar, Tim SAR sebut Hasilnya Nihil

Selain itu, JK mengatakan sempat membahas konflik di Indonesia yang terjadi karena agama, seperti di Maluku dan Poso.

Saat membahas hal tersebut, JK menjelaskan bahwa kedua belah pihak yang berkonflik memiliki konsep terkait mati karena membela agama. Konsep tersebut dalam Islam dikenal dengan syahid, sementara pada Kristen dinamakan martir.

"Saya berada di masjid dan jamaah tidak mengerti martir. Jadi, saya katakan, ya karena hampir sama, syahid dan martir hampir sama. Cuma beda caranya," ujarnya.

"Jadi, hanya istilah saja, tetapi karena saya di masjid maka saya pakai kata syahid. Karena kalau saya pakai kata martir, jamaah tidak tahu," katanya melanjutkan.

Jusuf Kalla juga menjelaskan bahwa ceramah tersebut disampaikan agar calon pemimpin bangsa tidak menjadikan agama sebagai sumber konflik.

"Jangan sekali-sekali agama dipakai untuk berkonflik, jangan! Anda calon-calon pemimpin, calon-calon pemimpin semua ini," katanya.

Sebelumnya, Jusuf Kalla berceramah di Masjid UGM pada 5 Maret 2026 atau dalam rangka Ramadhan 1447 Hijriah. Ceramah tersebut bertajuk Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun demikian, ceramah tersebut menjadi viral pada pertengahan April 2026.

JK bahkan dilaporkan oleh DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) ke Polda Metro Jaya atas ceramahnya tersebut, terutama terkait pernyataan mati syahid. DPP GAMKI melaporkan JK pada 12 April 2026. (Ant)

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna (tengah)

Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Ajukan Kasasi Perkara Chromebook, Kejagung Siap Hadapi Perlawanan

Eks Konsultan Teknologi Kemendikbudristek, Ibrahim Arief (Ibam), menempuh upaya hukum kasasi ke MA usai vonisnya dalam kasus korupsi pengadaan Chromebook diperberat.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut