Kepala BPOM Sebut Penyalahgunaan Ketamin Melonjak Drastis Sepanjang 2022-2024

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube TV Parlemen

Jakarta, VIVA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar mengatakan tren penyalahgunaan ketamin mengalami peningkatan yang sangat drastis sepanjang tahun 2022-2024.

img_title Waspadai Produk Obat Abal-abal, BPOM Ingatkan Penanganan Obesitas Tak Bisa Instan

Hal tersebut diungkap Taruna dalam rapat kerja di Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 20 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami ingin jelaskan strategi penguatan pengawasan sediaan farmasi obat tertentu yang sering disalahgunakan, seperti pada laporan kami tadi. Bahwa khusus Ketamin, kita lihat tahun 2022, tahun 2023, dan 2024 mengalami peningkatan yang sangat signifikan," kata Taruna.

img_title 8 Fakta Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin di Kapal MV King Sun, ABK Dijanjikan Rp178 Juta

"Dari 134.000 tahun 2022 yang penyalurannya ke farmasi fasyankes, kita lihat menjadi 235.000 di tahun berikutnya dan tahun 2024 menjadi 440.000," sambungnya.

Taruna menjelaskan, pengawasan dan penindakan penyalahgunaan Ketamin ini ada di tangan BPOM. Kata dia, BPOM telah menerbitkan Peraturan BPOM Nomor 12 tentang obat-obat tertentu di mana Ketamin masuk di dalamnya.

img_title Bukan Cuma Narkoba, Semua Bandar di Kampung Bahari Punya Senpi untuk Lawan Polisi

"Nah, berdasarkan itulah maka kami mengeluarkan peraturan di tahun 2025 yang berhubungan dengan menambahkan Ketamin ini menjadi obat-obat tertentu. Kenapa? Karena Badan Narkotika Nasional (BNN) tidak bisa menindaki. Tapi Badan POM bisa menindaki, karena Ketamin ini bukan bagian dari narkotik," tutur dia.

Lebih lanjut, Taruna menyebut pihaknya menyiapkan sejumlah strategi untuk mencegah penyalahgunaan Ketamin ini. Salah satunya dengan melakukan gerakan muda melawan penyalahgunaan obat-obat tertentu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami akan lakukan juga partisipasi gerakan muda melawan penyalahgunaan obat-obat tertentu, dan peluncuran sistem informasi gerakan anti penyalahgunaan obat dan makanan," ucap dia.

"Insyaallah kami akan lakukan aksi nasional tentang pencegahan penyalahgunaan, dan mohon dukungan dalam konteks ini," pungkas Taruna.

Tim gabungan BNN RI, Bea Cukai, dan Polda Kepri mengamankan sebuah kapal yang diduga membawa narkotika cair

Awalnya Cuma Dikira 1,6 Ton, Ternyata Isi Kapal Ini Capai 2,6 Ton Sabu Cair

Pengungkapan jaringan narkoba lintas negara kembali dilakukan aparat gabungan. Sebanyak 2,6 ton sabu cair ditemukan di sebuah kapal yang dicegat di perairan Bengkalis.

img_title
VIVA.co.id
20 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut