BPBD Ciamis Ungkap Status Siaga Bencana Hidrometeorologi Selesai

Petugas BPBD menunjukkan titik gempa. (foto ilustrasi).
Sumber :
  • tvOne/ Teguh Joko Sutrisno (Semarang)

Jakarta, VIVA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengumumkan status Siaga Bencana Hidrometeorologi di Ciamis dari Oktober 2025 sudah selesai. Status itu ditetapkan hanya sampai 30 April 2026, yang selanjutnya bersiap melakukan penanganan bencana kemarau.

img_title Kemenhub: Bandara Blangkejeren Aceh Punya Peran Strategis Buat Hadapi Bencana

"Selesai, tapi sepertinya diperpanjang cuma belum ada rilis resmi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani di Ciamis, Sabtu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menuturkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis menerbitkan surat keputusan penetapan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem, dampak musim penghujan mulai Oktober 2025 sampai akhir April 2026.

img_title Salurkan Bantuan ke 1.000 Warga Korban Gempa di Manggarai NTT, Pertamina Dorong Akselerasi Proses Pemulihan

Selama penetapan status itu, kata dia, jajaran BPBD maupun instansi lainnya diinstruksikan untuk siap siaga melakukan penanganan dengan cepat dan tepat apabila terjadi bencana alam.

Meski saat ini status siaga bencana sudah berakhir, kata dia, namun kondisi cuaca di wilayah Ciamis masih terjadi hujan sehingga kemungkinan akan ada perpanjangan status tersebut. "Masih ekstrem, tapi nanti menunggu pernyataan pusat, ya," kata Ani.

img_title Salurkan Bantuan dan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Dirut Pertamina Hadir Langsung di Lokasi Gempa Flores NTT

Da menyampaikan selama masih turun hujan pada awal Mei 2026 masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam untuk selalu waspada dan menghindari daerah rawan tersebut. "Iya diimbau selalu waspada saat turun hujan," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BPBD Ciamis mencatat selama ditetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi sejak awal Januari sampai April 2026 tercatat ada 301 kejadian bencana alam. Selama periode itu tercatat bencana alam tanah longsor sebanyak 125 kejadian, kemudian 20 kejadian banjir, dan 156 kejadian cuaca ekstrem.

Dampak dari bencana itu, kata dia, satu orang meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor, kemudian satu luka-luka, dan menderita dampak bencana alam sebanyak 3.018 jiwa atau 1.011 Kepala Keluarga (KK), selanjutnya warga yang mengungsi sebanyak 311 jiwa atau 53 KK. (Ant)

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Bantuan Rp 44 Miliar untuk Gempa NTT Bukan Anggaran Baru, Purbaya Ungkap Sumbernya

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa dana bantuan Rp 44 miliar untuk penanganan darurat bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), bukanlah anggaran baru.

img_title
VIVA.co.id
20 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut