Kemendagri Luncurkan Instrumen Monev Kerja Sama Pemda dengan Pihak Luar Negeri

Kemendagri resmi meluncurkan instrumen monitoring dan evaluasi (monev)
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meluncurkan dengan resmi instrumen monitoring dan evaluasi (Monev) kerja sama pemerintah daerah (Pemda) dengan pihak luar negeri.

img_title Kemendagri Dukung Penguatan Pelindungan Ketenagakerjaan

Instrumen tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi daerah untuk memastikan kerja sama internasional berjalan lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir mengatakan, upaya mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045 tidak dapat dilaksanakan sendiri.

img_title Sekjen Kemendagri Tegaskan Pemeriksaan BPK Jadi Momentum Perkuat Akuntabilitas dan Evaluasi Pengelolaan Anggaran

Dibutuhkan peran berbagai pihak, termasuk dari kerja sama luar negeri yang dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan harkat martabat bangsa.

Tomsi menjelaskan, selama ini kerja sama antara Pemda dengan pihak luar negeri sudah cukup banyak. Namun, keberhasilannya sulit diukur karena belum adanya instrumen evaluasi yang baku. Peluncuran instrumen hari ini menjadi langkah penting untuk menghadirkan standar yang jelas dalam pelaksanaan kerja sama luar negeri di daerah.

img_title Perkuat Ekonomi Kawasan, Mendagri Dorong IMT-GT Jadi Platform Kerja Sama Konkret

“Manfaatkan instrumen ini dengan baik, kemudian pahami dengan baik, kemudian sosialisasikan dengan baik. Supaya apa? Supaya masing-masing daerah bisa melaksanakannya,” ujar Tomsi saat memberikan keynote speech pada acara Forum Peresmian Instrumen Monitoring dan Evaluasi Kerja Sama Daerah dengan Pemda Luar Negeri dan Lembaga Luar Negeri, di Hotel Harris Vertu Harmoni, Jakarta, Senin 25 Mei 2026.

Tomsi juga menyoroti masih adanya kerja sama Pemda dengan pihak luar negeri yang mengalami hambatan. Kendala tersebut antara lain terkait administrasi, sumber daya manusia, regulasi, hingga pembiayaan.

Menurutnya, kehadiran instrumen ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi daerah untuk memahami faktor-faktor keberhasilan kerja sama, sekaligus menjadi sarana pembelajaran antardaerah dalam mengembangkan potensi masing-masing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Banyak lembaga-lembaga dan negara-negara donor itu juga mau berhubungan, berkomunikasi dengan kita, caranya juga seperti apa [sehingga diperlukan instrumen],” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Tomsi mengungkap masih adanya hasil pelaksanaan kerja sama luar negeri yang kerap berhenti pada kegiatan seremonial. Bahkan, sejumlah bantuan luar negeri dinilai hanya menghasilkan dokumen administratif tanpa dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah. Hal seperti inilah yang menurutnya perlu diubah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut