Legislator DPR: MBG Program Mulia, Harus Bersih dari Penyimpangan

Ilustrasi dapur MBG atau SPPG
Sumber :
  • Dok BGN

Jakarta, VIVA – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo menyatakan Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program sosial yang memiliki tujuan mulia untuk membantu masyarakat, terutama anak-anak kurang mampu. 

img_title BGN Tutup 2.000 Dapur MBG Secara Permanen, Alasannya karena Tak Penuhi Syarat Higienis

Meski begitu, dia menyebut pelaksanaan program MBG harus dievaluasi dan bersih dari berbagai potensi penyimpangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab, program MBG justru semakin penting sebagai bentuk perlindungan sosial bagi masyarakat di tengah tekanan ekonomi akibat gejolak geopolitik dan geoekonomi global.

img_title Sudaryono Targetkan Tak Ada Lagi Insiden Keracunan MBG, Minta Aturan Penyajian Makanan Diperketat

“Di situasi segenting ini, program seperti MBG justru harus menjadi tameng pelindung rakyat. Jangan sampai niat baiknya rusak karena salah kelola di lapangan,” ucap Firman dalam keterangannya, Jumat, 19 Juni 2026.

Dia menjelaskan, konflik geopolitik, perang dagang, hingga fluktuasi harga pangan dan energi dunia telah memberikan dampak langsung terhadap kondisi ekonomi masyarakat. 

img_title Sudaryono: Dapur MBG Kini Bisa Diawasi Posyandu hingga Orang Tua Siswa

Kenaikan harga kebutuhan pokok dan melemahnya daya beli dinilai semakin membebani kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Maka dari itu, ia mendukung langkah pemerintah yang melakukan moratorium, evaluasi, serta audit investigasi terhadap pelaksanaan program MBG. Menurutnya, kebijakan tersebut diperlukan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan awal.

“MBG harus kembali ke tujuan awalnya, yakni menyasar masyarakat tidak mampu, terutama di wilayah 3T, yaitu daerah tertinggal, terdepan, dan terluar,” tuturnya.

Firman juga mengingatkan pemerintah agar terbuka terhadap berbagai masukan yang berkembang di masyarakat, termasuk kritik dari kalangan mahasiswa. 

Selain itu, ia meminta evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah program lain yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat desa dan nelayan.

Ia menyoroti adanya dugaan pelanggaran prosedur dalam pengadaan barang dan jasa maupun penggunaan anggaran pada sejumlah program, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, Firman mengimbau masyarakat untuk tidak menjadikan program MBG sebagai alat politik maupun sarana memecah belah masyarakat. Ia meminta seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Kita harus mempercayakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk melakukan proses secara tuntas dan transparan. Siapa pun yang terbukti melakukan penyalahgunaan keuangan negara harus diproses sesuai hukum tanpa tebang pilih,” tegasnya.

Kepala BGN, Sudaryono

BGN Siapkan Aplikasi Loka MBG, Transaksi Kebutuhan SPPG Bakal Lebih Transparan

BGN menyiapkan Loka MBG, aplikasi marketplace yang dirancang untuk menghubungkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan asosiasi dan koperasi petani.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut