Fahira Idris: Inovasi, Talenta dan Energi Generasi Muda Jadi Penggerak Kota Global

Pelantikan MPW ICMI Muda DKI Jakarta
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA – Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menegaskan bahwa masa depan Jakarta sebagai kota global tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, investasi, atau gedung-gedung tinggi, tetapi terutama oleh kemampuan kota ini menumbuhkan inovasi, mencetak talenta unggul, dan memberi ruang sebesar-besarnya bagi generasi muda untuk menjadi penggerak perubahan.

img_title DPD Dinilai Menemukan Peran Strategisnya, Jadi Jembatan Kepentingan Daerah dengan Agenda Pembangunan Nasional

Menurutnya, Jakarta sedang memasuki fase sejarah baru menuju usia 500 tahun yang bukan sekadar perayaan panjang usia kota, tetapi momentum untuk bertanya secara serius yakni Jakarta seperti apa yang ingin diwariskan kepada generasi berikutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dalam pandangan saya, Jakarta kota global harus dibangun oleh manusia-manusia unggul, oleh inovasi yang berdampak, dan oleh generasi muda yang diberi ruang untuk bergerak, berkarya, dan memimpin perubahan,” ujar Fahira saat menjadi pembicara Jakarta Leaders Talk yang digelar dalam rangka Pelantikan MPW ICMI Muda DKI Jakarta di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juni 2026.

img_title Infrastruktur Era Jokowi Dinilai Jadi Warisan Pembangunan yang Dirasakan Daerah

Senator Jakarta ini mengungkapkan, kota global tidak boleh hanya dipahami sebagai kota dengan kawasan bisnis modern, infrastruktur megah, dan investasi besar.

Kota global sejati adalah kota yang kualitas hidup warganya meningkat, transportasinya mudah, udaranya bersih, pendidikannya kuat, ekonominya inklusif, budayanya hidup, serta warganya merasa menjadi bagian penting dari pembangunan.

img_title GKR Hemas Soroti Pesan Pidato Ketua DPD dan Presiden: Pembangunan Tak Boleh Tinggalkan Daerah

Jakarta, lanjutnya, memiliki peluang besar untuk memperkuat peran barunya sebagai pusat ekonomi nasional, pusat budaya, pusat inovasi, simpul diplomasi kota, serta ruang kolaborasi bagi berbagai elemen masyarakat. Namun, peluang tersebut hadir bersama tantangan yang tidak ringan, mulai dari kemacetan, polusi udara, krisis iklim, ketimpangan sosial, kebutuhan lapangan kerja, hingga disrupsi digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tantangan Jakarta tidak bisa dijawab dengan cara lama. Kita membutuhkan cara berpikir baru, model kolaborasi baru, dan keberanian berinovasi. Inovasi kota global bukan sekadar teknologi paling canggih atau aplikasi paling banyak, tetapi solusi yang benar-benar menjawab masalah nyata warga,” kata Fahira.

Oleh karena itu, sambung Fahira Idris, inovasi Jakarta harus diarahkan untuk memperbaiki kualitas hidup warga. Digitalisasi layanan publik harus membuat urusan warga lebih cepat, mudah, dan transparan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut