BGN Bantah Program MBG Ganggu Pos Anggaran Pendidikan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (tengah) di Kantor BGN, Jakarta Pusat
Sumber :
  • Yeni Lestari/VIVA

Jakarta, VIVA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono membantah bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengganggu pos anggaran pendidikan.

img_title Gelar Edukasi dan Pemberdayaan, Rumbuk Pesisir Soroti Wilayah Belum Tersentuh MBG

Dia menjelaskan persoalan seperti bangunan sekolah yang rusak hingga kesejahteraan guru honorer sudah ada sebelum MBG diluncurkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Sudaryono, kondisi sekolah rusak bukan merupakan dampak dari pelaksanaan MBG. Dia menilai beberapa bangunan sekolah yang rusak sudah terjadi sebelum ada MBG.

img_title Pegawai SPPG yang Olok-olok Siswa Korban Keracunan MBG di Karo Dipecat

“Dulu enggak ada MBG kan sekolah itu ada yang rusak bolong, apa semua? Itu kan enggak karena terus kemudian Pak Prabowo jadi presiden, ada MBG, terus sekolahnya mendadak jadi rusak, kan enggak,” ucap Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Juli 2026.

“Dulu ke mana? Anda harusnya bertanya dong ya dulu ke mana? Yang sekolah rusak itu dulu duit yang untuk MBG mestinya dari kemarin-kemarin dong, enggak ada MBG harusnya sekolah sudah bagus semua,” sambungnya.

img_title Gibran Soroti Video Pegawai SPPG Olok-Olok Korban MBG di Karo: Sangat Disayangkan

Sudaryono menambahkan pada tahun ini pemerintah berencana memperbaiki 16.000 sekolah. Namun, jumlahnya kemungkinan akan meningkat menjadi 90.000 sekolah.

Selain itu, pemerintah menargetkan perbaikan akan menjangkau sekitar 300.000 hingga 400.000 sekolah secara bertahap.

Sudaryono juga membantah kehadiran MBG menyebabkan gaji guru honorer menjadi kecil. Menurutnya, rendahnya gaji guru honorer sudah terjadi sebelum ada MBG.

“Loh dulu enggak ada MBG kan enggak kemudian karena MBG kemudian guru honorer gajinya kecil,” ungkapnya.

Dia menyebut Presiden Prabowo Subianto bahkan telah menaikkan tunjangan bagi guru honorer atau non-ASN sampai Rp2 juta, meskipun ada MBG.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Bahkan oleh Pak Presiden kan sudah dipastikan sampai dengan Rp2 juta ya kan gitu. Dulu kan enggak. Nah sekarang ada MBG katanya dipotong untuk MBG, sekarang kita benahi semua,” beber Sudaryono.

tvOnenews.com/Syifa Aulia

Pegawai SPPG Bantul yang Olok-olok Korban Keracunan MBG di Karo Dipecat

Kronologi Karyawan SPPG di Bantul 'Disentil' Wapres hingga Berujung Dipecat

Pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), di Kabupaten Bantul Yogyakarta bernama Gerardus Majella Hananto Hega Permannaditya resmi dipecat oleh Badan Gizi Nasional

img_title
VIVA.co.id
21 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut