6 Ton Oli Tumpah di Perairan Pulau Semau

Warga dan polisi membersihkan pantai dari tumpahan minyak di Kupang
Sumber :
  • ANTARA/HO-Humas Polda NTT

Kupang, VIVA – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebut sekitar lima hingga enam ton tumpahan oli telah berhasil dibersihkan dari perairan Pulau Semau, Kabupaten Kupang, yang bocor saat pengangkatan bangkai kapal KM Kuala Emas.

img_title Komunitas Rider Perempuan Makin Aktif di Dunia Otomotif

Direktur Polairud Polda NTT Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution mengatakan, proses pembersihan masih terus berlangsung untuk memastikan tumpahan minyak tidak menyebar lebih luas dan meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan laut maupun aktivitas masyarakat pesisir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pembersihan masih terus dilakukan, berkolaborasi juga dengan masyarakat," katanya di Kupang, Minggu, terkait penanganan tumpahan oli di perairan Kupang dan pulau Semau.

img_title Touring Jarak Jauh Bukan Cuma Soal Nyali

Dia menjelaskan penanganan pembersihan dilakukan melalui kerja sama antara pihak kontraktor, instansi terkait, dan masyarakat dengan menambah armada pembersihan dari dua menjadi empat unit perahu.

Selain itu, dilakukan pemasangan oil boom, penggunaan oil absorbent pads, penyemprotan oil dispersant, serta penyedotan minyak yang terperangkap di sekitar lokasi kejadian.

img_title Jangan Cuma Ganti Oli, 6 Komponen Ini Juga Wajib Dirawat agar Mesin Tetap Sehat

"Kami bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan di lapangan. Penyisiran lanjutan dilakukan pada titik-titik pesisir yang berpotensi terdampak guna memastikan proses pembersihan berjalan efektif," ujarnya.

Selain pembersihan di laut, kegiatan gotong royong juga dilakukan di sejumlah kawasan pesisir, antara lain Hansisi, Pelabuhan Ferry Semau, Pelabuhan Rakyat Semau, Hansisi Oesemuk, Lalendo, hingga Pulau Kambing.

Dia menambahkan saat ini Ditpolairud Polda NTT bersama pemerintah daerah, KSOP, dan instansi terkait lainnya masih melakukan pemantauan serta koordinasi, sementara pihak kontraktor melanjutkan investigasi teknis untuk memastikan sumber kebocoran Marine Fuel Oil (MFO).

Penanganan akan terus dilakukan hingga kondisi perairan kembali aman bagi masyarakat dan ekosistem laut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya Camat Semau, Kabupaten Kupang Morifali Y.E Mesakh melaporkan bahwa selain mencemari wilayah pesisir, tumpahan minyak diduga telah berdampak pada usaha budidaya rumput laut milik masyarakat di Desa Huilelot.

Kawasan budidaya yang terdampak berada di sepanjang pesisir Pantai Tahasa, Katabak hingga Batuhopon dengan panjang sekitar 6 kilometer. (Ant)

Jumpa pers pengungkapan produksi oli palsu di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat

Oli Bekas Disulap Jadi 'Asli', Dijual Rp5,8 Juta Per Drum dan Laris Lewat Facebook

Jangan mudah tergiur kemasan oli yang terlihat seperti produk asli. Polisi membongkar praktik pembuatan oli palsu di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

img_title
VIVA.co.id
1 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut