Prabowo Pamer Swasembada 8 Komoditas, PSI: Ini Capaian Penting

Presiden Prabowo Subianto
Sumber :
  • Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, VIVA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyoroti capaian pemerintah di sektor pangan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI.

img_title Kapolri Suyudi Beberkan Langkah Polri Dukung Asta Cita, Penegakan Hukum Berkeadilan hingga Pelayanan Humanis

PSI menilai percepatan swasembada pangan menjadi salah satu capaian penting pemerintah, terutama di tengah ketidakpastian global dan ancaman terhadap pasokan pangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengatakan target swasembada yang sebelumnya diproyeksikan tercapai dalam empat tahun justru dapat dipenuhi lebih cepat.

img_title Dipanggil Prabowo, BRIN Bakal Percepat Riset Vaksin Malaria

“Percepatan swasembada pangan patut diacungi jempol. Sebelumnya pemerintah menargetkan swasembada pangan dapat dicapai dalam empat tahun, namun Presiden Prabowo menegaskan target tersebut dapat dipenuhi jauh lebih cepat. Ini merupakan capaian penting, terlebih ketahanan pangan menjadi semakin strategis di tengah ketidakpastian global, perubahan iklim, dan ancaman gangguan pasokan pangan dunia,” kata Grace, Senin, 17 Agustus 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan Indonesia pada 2026 telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan. Komoditas tersebut yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

img_title Kebijakan Prabowo Buka Peluang Sejahterakan Nelayan Kecil, Kampung Nelayan dan Cold Storage Dinilai Jadi Andalan

Grace menilai capaian tersebut menunjukkan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada satu komoditas utama.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak semata-mata berbicara mengenai beras, tetapi juga menyangkut beragam komoditas yang sehari-hari dikonsumsi masyarakat. Semakin banyak kebutuhan pangan yang dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri, semakin kuat pula posisi Indonesia dalam menghadapi gejolak pangan global,” kata Grace.

Selain swasembada pangan, PSI juga menyoroti reformasi tata kelola pupuk yang dilakukan pemerintah. Grace menilai penyederhanaan distribusi pupuk menjadi langkah penting karena selama ini persoalan regulasi dinilai berpotensi menghambat sektor pertanian.

“Reformasi tata kelola pupuk merupakan langkah yang layak diapresiasi. Penyederhanaan distribusi pupuk dengan memangkas 145 aturan yang sebelumnya membuat proses penyaluran menjadi rumit merupakan bentuk keberanian pemerintah membenahi persoalan struktural,” kata Grace.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, kebijakan tersebut juga perlu dilihat dari dampaknya terhadap petani. Penurunan harga pupuk sebesar 20 persen dinilai dapat membantu menekan biaya produksi sekaligus mendukung produktivitas.

Bagi PSI, capaian di sektor pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi. Pemerintah juga perlu memastikan hasil produksi tersebut berdampak langsung terhadap masyarakat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut