Pascagempa NTT, Pusdokkes Polri Layani 120 Warga di Posko Pengungsian Reo
- Doc. Pusdokkes Polri
VIVA –Pasca gempa magnitude 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) Pusdokkes Polri membuka layanan Kesehatan gratis di Posko Pengungsian Barakalong, Reo, NTT. Hingga Senin 17 Agustus 2026, sekitar 120 warga terdampak gempa telah mendapatkan pelayanan dari tim kesehatan Pusdokkes Polri.Â
Pemeriksaan yang diberikan meliputi pengecekan kondisi fisik, konsultasi kesehatan, pemberian obat-obatan, serta edukasi kepada masyarakat.
Juru Bicara Posko Pelayanan NTT, Ipda dr. Fahri Abdurrahman, mengatakan sebagian besar warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan memiliki keluhan yang relatif sama.
"Sebagian besar masyarakat yang datang mengeluhkan flu, kemudian ada juga yang mual dan muntah," kata dr. Fahri dalam keterangannya, Sabtu 22 Agustus 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian tim kesehatan, terlebih masyarakat masih menjalani aktivitas sehari-hari dalam situasi pengungsian yang serba terbatas.
Selain memberikan pengobatan, personel kesehatan Polri juga melakukan pemantauan terhadap kondisi para pengungsi, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia serta warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Bagi masyarakat yang masih berada di pengungsian, keberadaan layanan kesehatan di sekitar mereka menjadi dukungan yang berarti. Warga dapat memperoleh pemeriksaan dan pengobatan ketika mengalami gangguan kesehatan tanpa harus mencari fasilitas kesehatan yang jauh dari lokasi pengungsian.
Melalui layanan tersebut, Pusdokkes Polri terus berupaya memastikan masyarakat terdampak gempa tidak hanya mendapatkan bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga memperoleh pendampingan kesehatan selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan.
Kehadiran tenaga kesehatan Polri di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya untuk memberikan rasa aman dan memastikan warga tetap mendapatkan perhatian selama melewati masa sulit pascabencana.