Buntut Pernyataan Percepatan Pemilu, Budi Arie Diadukan ke Bareskrim Meski Telah Minta Maaf

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi di Hotel Grand Sahid Jaya
Sumber :
  • Yeni Lestari/VIVA

Jakarta, VIVA – Polemik pernyataan Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, soal kemungkinan terjadinya percepatan dinamika politik sebelum Pemilu 2029 berbuntut panjang.

img_title Babak Baru Kasus Pembalakan Liar Picu Banjir Sumut, 3 Tersangka Diseret ke Meja Hijau

Relawan Prabowo melalui Gerakan Cinta Prabowo resmi mengadukan Budi Arie ke Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 2 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kuasa Hukum Gerakan Cinta Prabowo, Doni Hendrasanto, mengatakan laporan tersebut telah diterima pihak Bareskrim Polri. Aduan itu berkaitan dengan kegiatan Projo di sebuah restoran.

img_title Bareskrim Bongkar Modus Live Pornografi: Penonton TikTok Digiring ke Tevi

"Membuat laporan pengaduan masyarakat di Bareskrim dan sudah diterima sore ini. Laporan tersebut terkait acara Projo di sebuah resto,” tutur Doni Hendrasanto, Rabu, 2 September 2026.

Doni mengatakan, pihaknya turut mencantumkan Pasal 193 Juncto Pasal 246 KUHP dalam aduan tersebut. Pasal itu berkaitan dengan dugaan tindak pidana penghasutan makar untuk menggulingkan pemerintah.

img_title AHY ke Kader Demokrat: Siapkan Diri Kita, Pemilu Itu Awal 2029

“Yang kita laporkan adalah upaya, dugaan upaya melakukan makar dan penghasutan. Sesuai dengan yang kita laporkan pasal 193 Juncto pasal 246 KUHP. Dan telah diterima dengan baik oleh pihak penyidik dari Dittipidum Bareskrim,” tutur dia.

Meski telah diterima, Doni menyadari laporan tersebut masih berstatus pengaduan masyarakat atau dumas. Menurut dia, masih diperlukan sinkronisasi untuk menentukan penerapan pasal yang tepat.


“Dumas, (Pengaduan Masyarakat). Karena memang ada beberapa yang harus disinkronisasi untuk pengenaan pasal-pasalnya itu masih harus cari chemistry yang tepat. Tapi apapun namanya tetap sudah diterima,” katanya.

Budi Arie sebelumnya mendapat sorotan publik usai rekaman videonya viral di media sosial. Dalam video tersebut, Budi yang tampak duduk di samping Presiden Ketujuh Joko Widodo menyampaikan kemungkinan momentum politik dan pemilu berlangsung lebih cepat sebelum 2029.

Belakangan, Budi Arie menyampaikan permohonan maafnya. Dia mengaku memahami pernyataannya itu menimbulkan berbagai spekulasi dan salah penafsiran. Menurut dia, ucapannya itu hanya merupakan pernyataan dan analisa pribadi dirinya sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” kata Budi dalam rekaman video yang diterima di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Selain itu, dia mengatakan pernyataannya itu tidak ada hubungan atau kaitannya dengan Jokowi. Dia pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut