1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Kemensos Temukan KTP Lansia Disalahgunakan

Program Keluarga Harapan (PKH)/Ilustrasi bansos
Sumber :
  • Portal Resmi Pemprov DKI Jakarta

VIVA – Kementerian Sosial (Kemensos) tengah mendalami temuan lebih dari 1,4 juta data penerima bantuan sosial (bansos) yang terindikasi terlibat judi online (judol).

img_title Eva Stevany Rataba Masuk Desil 4, Segini Gaji dan Tunjangannya

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan, temuan tersebut belum bisa serta-merta menjadi dasar untuk mencabut bantuan dari masyarakat yang namanya tercantum dalam data tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab, Kemensos menemukan adanya dugaan penyalahgunaan data pribadi, termasuk kartu tanda penduduk (KTP) milik kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) dan keluarga tidak mampu.

img_title Perkuat Penyaluran Bansos, Pemerintah Buatkan Rekening BRI dan BSI Buat Seluruh Rakyat RI

"Ada 1.400.000 lebih terindikasi penerima bansos bermain judol. Sekarang kita dalami, ada fenomena KTP penerima bansos dimanfaatkan orang lain untuk membuat akun, membeli motor, atau langganan listrik," kata Gus Ipul di Jakarta, Rabu, 2 September 2026.

Menurut Gus Ipul, penyalahgunaan data tersebut tidak selalu dilakukan oleh pihak luar. Dalam sejumlah kasus, transaksi judi online menggunakan identitas penerima bansos justru dilakukan oleh anak atau anggota keluarga tanpa sepengetahuan pemilik KTP.

img_title Legislator Nasdem Eva Stevany Rataba soal Masuk Desil 4: Saya Sendiri Heran

Kondisi tersebut membuat Kemensos perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum menentukan status penerima bantuan.

Gus Ipul memastikan pihaknya akan melakukan verifikasi ulang di lapangan, terutama terhadap lansia dan masyarakat tidak mampu yang bantuan sosialnya sempat tertolak atau dihentikan karena muncul indikasi aktivitas judi online dalam data mereka.

"Jika terbukti memenuhi kriteria dan tidak bersalah secara langsung, bansos akan tetap disalurkan," cetusnya.

Kemensos Siapkan Mitigasi

Selain melakukan verifikasi terhadap penerima bansos, Kemensos juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi kembali terjadi.

Gus Ipul mengatakan penguatan sistem informasi digital menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk meningkatkan keandalan pengelolaan data penerima manfaat.

Kemensos juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Polri untuk menangani dugaan kejahatan siber dan aktivitas judi online yang memanfaatkan data masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, pemerintah terus melakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut Gus Ipul, pemutakhiran tersebut memungkinkan pemerintah melihat secara lebih rinci alasan perubahan status ekonomi masyarakat penerima bansos.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut