Dugaan Penganiayaan Ketua HMI Pakai Pisau di UIN Mataram, 9 Orang Digarap Polisi

Ilustrasi penganiayaan
Sumber :
  • VIVA.co.id/Andrew Tito

Mataram, VIVA – Polisi terus mendalami kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Nusa Tenggara Barat.

img_title Pesan Tegas Suahasil Nazara Soal Rokok Ilegal Usai Jadi Menkeu

Sebanyak sembilan orang saksi telah diperiksa untuk mengungkap perkara yang terjadi setelah kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada 21 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Mataram Ajun Komisaris Polisi I Made Dharma Yulia Putra mengatakan, pemeriksaan sejumlah saksi tersebut merupakan bagian dari proses penanganan laporan untuk memberikan kepastian hukum.

img_title Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Siap Buka Data APBN Juli-Agustus

"Kami di bidang penegakan hukum tegak lurus dan tidak akan melihat siapa pun itu. Semua perkara akan kami prioritaskan sesuai aturan dan SOP yang berlaku," katanya di Mataram, Rabu, 2 September 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Dharma setelah menemui massa aksi dari Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram. Mereka mendesak kepolisian mengusut kasus dugaan penganiayaan tersebut secara tuntas dan tidak melakukan tebang pilih.

img_title Usai 28 Hari Disandera di Mimika, Demerina Dievakuasi dalam Kondisi Trauma! Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Ini

Dalam aksinya, HMI juga meminta polisi mendalami dugaan kepemilikan dan penggunaan senjata tajam di lingkungan kampus. Mereka mendorong agar ketentuan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 diterapkan apabila ditemukan unsur pidana terkait senjata tajam.

Kasus tersebut bermula dari perselisihan antarlembaga kemahasiswaan sekitar pukul 15.30 WITA di kawasan pertigaan Fakultas Syariah dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Mataram.

Dalam kejadian itu, Purnomo, Ketua Umum HMI Komisariat FEBI UIN Mataram, disebut menjadi korban.

Purnomo diduga dikejar oleh orang tidak dikenal yang membawa senjata tajam jenis pisau. Pengejaran tersebut disebut berlangsung hingga korban berada di area Gedung Rektorat UIN Mataram.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibat kejadian tersebut, Purnomo mengalami luka sabetan di bagian kepala. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Jempong, Kota Mataram, untuk mendapatkan penanganan medis.

Polisi kini masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan informasi terkait rangkaian kejadian tersebut. (Ant)

Tim SAR kembali mencari 5 wartawan hilang kontak saat liput Gunung Anak Krakatau

7 Hari Nihil, Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau Diperpanjang

Tim SAR Gabungan memperpanjang operasi pencarian lima jurnalis dan tiga warga yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Pencarian dilanjutkan selama tiga hari.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut