Yap Thiam Hien Award Untuk Asmara Nababan

Asmara Nababan dan Bambang Widodo Umar
Asmara Nababan dan Bambang Widodo Umar
Sumber :
  • Antara/ Prasetyo Utomo

VIVAnews - Mendiang Asmara Nababan, pejuang hak asasi manusia (HAM), dianugerahi Yap Thiam Hien Award 2010. Konsistensi Asmara Nababan dalam memperjuangkan dan menegakkan HAM menjadi alasan juri untuk memberikan penghargaan kepada Asmara yang juga mantan Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).
 
Ketua Penyelenggara Yap Thiam Hien Award, Todung Mulya Lubis mengatakan, Asmara memiliki keteladanan Yap Thiam Hien dalam memperjuangkan HAM. "Asmara mewakili sebagian karakter Yap Thiam," kata Todung saat mengumumkan penghargaan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Rabu, 8 Desember 2010.
 
Todung juga mengatakan Yap Thiam Hien Award ke-18 ini bertujuan untuk memberikan keteladanan dalam penegakan HAM di Indonesia. Apalagi saat ini pemerintah dianggap abai dalam hal penegakan HAM. Menjelang peringatan Hari HAM Internasional pada 10 Desember mendatang, Todung mengatakan perlu simbol seseorang yang memperlihatkan komitmennya dalam penegakan HAM.
 
"Asmara pejuang HAM yang konsisten. Tidak mencari pujian dan penghargaan, dan bekerja tanpa berteriak," tutur Todung.
 
Hal yang sama dikemukakan salah satu juri Yap Thiam Hien Award, Siti Musdah Mulia. Asmara dianggap sosok yang setia terhadap profesi dalam penegakan HAM, terutama terhadap kelompok marjinal yang haknya sering diabaikan. "Yang paling menentukan (Asmara) dalam mendapat penghargaan ini adalah konsistensi terhadap pekerjaan hingga akhir," jelas Siti.
 
Penghargaan Yap Thiam Hien Award sendiri diambil dari nama seorang advokat Yap Thiam Hien yang semasa hidupnya memperjuangkan penegakan HAM. Pemberian penghargaan ini sudah berlangsung sejak tahun 1992 kepada 17 orang dan tiga organisasi/kelompok.
 
Selain Asmara Nababan, Yap Thiam Hien Award juga pernah memberikan penghargaan kepada pejuang HAM yang sudah meninggal. Penerima penghargaan itu antara lain Marsinah pada tahun 1992 dan Widji Thukul pada 2002. (sj)