Sahroni: Polisi Harus Lebih Proaktif Lindungi Program MBG
- [Istimewa]
Jakarta, VIVA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan menjadi sorotan menyusul sejumlah kasus keracunan di berbagai daerah, termasuk temuan benda tak lazim seperti kelabang dalam makanan.
Kondisi ini turut memunculkan dugaan adanya unsur kesengajaan atau sabotase, meski masih perlu dibuktikan. Kepala BGN Sudaryono sebelumnya juga menyatakan akan menyerahkan kepada kepolisian jika ditemukan indikasi sabotase dalam pelaksanaan MBG.
Menanggapi situasi ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Polri lebih proaktif mengawal program MBG, baik dari potensi kelalaian maupun gangguan yang diduga kerap disengaja.
“Polisi punya tanggung jawab besar dalam menjaga program MBG. Banyaknya kejadian-kejadian keracunan MBG yang makin ke sini makin parah, sampai ada yang menemukan kelabang, sampai keracunannya mematikan, ini menunjukkan memang diperlukan pengawasan lebih dalam prosesnya di lapangan. Jadi selain memang harus evaluasi sistem masak di dapur, BGN-Polri harus juga mulai mewaspadai dari gangguan-gangguan pihak yang ingin sengaja memberi kesan buruk atas program ini dan presiden. Walaupun ini masih sebatas asumsi,” ujar Sahroni dalam keterangan tertulisnya, Kamis 17 September 2026.
Menurut Sahroni, pengawasan perlu diperkuat dari proses produksi hingga distribusi sekaligus memastikan penyebab setiap kasus dapat diungkap secara menyeluruh.
“Maka dari itu, selain BGN harus evaluasi, Polri juga harus lebih proaktif dan memperbanyak perannya dalam program MBG. Mulai dari penjagaan di dapur, hingga pengantarannya. Karena ada potensi gangguan itu di situ. Dan yang terpenting adalah dari kasus-kasus yang ada itu harus benar-benar diselidiki sebab musababnya,” kata Sahroni.