Satyawan Pudyatmoko Jadi Calon Kepala BPGMN

Dirjen KSDAE Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko.
Sumber :
  • ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo

Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menyebut Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko sebagai salah satu calon Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).

img_title Baru Dilantik, Kepala BPGMN Blak-blakan Ungkap Biang Kerok Kebakaran Hutan yang Terus Berulang

Dudung menyampaikan hal tersebut seusai mengikuti rapat terbatas mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tadi kalau tidak salah ya, Profesor Satyawan kalau enggak salah, itu dari Kementerian Kehutanan. Ya, ahlinya," kata Dudung.

img_title Siapa Satyawan Pudyatmoko? Doktor Kehutanan Lulusan dari Jerman yang Kini Jabat Kepala BPGMN

Ia berharap kepala badan baru tersebut dapat segera dilantik.

"Mudah-mudahan minggu depan bisa dilantik," ujarnya.

img_title Satyawan Pudyatmoko Resmi Jadi Kepala BPGMN, Prabowo Punya Agenda Khusus soal Karhutla

Satyawan saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan.

Sebelum menduduki jabatan tersebut, ia pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Perencanaan dan Evaluasi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).

BRGM merupakan lembaga yang sebelumnya menangani restorasi ekosistem gambut dan rehabilitasi mangrove di sejumlah provinsi prioritas. Masa tugas lembaga tersebut berakhir pada 31 Desember 2024.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto pada 24 September 2026 memutuskan pembentukan BPGMN untuk memperkuat pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove, sekaligus meningkatkan upaya pencegahan karhutla.

Keputusan tersebut diambil setelah Presiden berdiskusi dengan sejumlah akademisi dan pakar mengenai pengelolaan lahan gambut serta penanganan kebakaran di Istana Merdeka, Jakarta.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya pada Jumat (25/9/2026) mengatakan pembentukan BPGMN merupakan salah satu hasil pembahasan Presiden bersama para ahli.

Menurut Teddy, badan tersebut diarahkan untuk memperkuat pencegahan karhutla melalui penelitian, pemetaan, sistem deteksi dini, serta pemantauan titik panas di kawasan gambut.

"Badan ini akan melibatkan para ilmuwan dan profesional," katanya.

Pelibatan ilmuwan dan profesional tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan gambut berbasis penelitian serta mendukung pencegahan kebakaran sejak dini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Rabu (30/9/2026) mengatakan pemerintah tengah menyiapkan rancangan peraturan presiden mengenai pembentukan BPGMN.

Badan tersebut direncanakan berada langsung di bawah Presiden dengan fokus pada penguatan pencegahan karhutla dan pengelolaan ekosistem gambut serta mangrove. (Ant)

Letjen TNI, Kristomei Sianturi

Intip Harta 4 Pejabat Baru Prabowo, dari Kristomei Sianturi hingga Alim Setiawan, Siapa Paling Tajir?

Empat pejabat baru Prabowo memiliki harta Rp2,14 miliar hingga Rp7,17 miliar. Simak rincian aset Kristomei Sianturi, Satyawan Pudyatmoko, Alim Setiawan Slamet, dan…

img_title
VIVA.co.id
16 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut