Dave Laksono: Kinerja Bahlil Tak Cukup Dinilai dari Survei Celios

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono
Sumber :
  • VIVA.co.id/Edwin Firdaus

Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai Hasil survei Center of Economic and Law Studies atau Celios perlu dipandang sebagai salah satu masukan atau evaluasi dalam menilai kinerja pemerintah.

img_title Bahlil Ungkap 5 IUP Memiliki Cadangan Rp5.400 Triliun: Ada di NTB, Juga Papua

"Setiap survei tentu memiliki indikator dan pendekatan tersendiri, sehingga hasilnya perlu dipahami secara proporsional dan ditempatkan dalam konteks yang tepat," kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun terkait kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Dave mengatakan penilaian perlu melihat kebijakan dan program yang telah dijalankan, termasuk upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong hilirisasi sumber daya alam. 

img_title Kilang Balikpapan Rampung 99 Persen, Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman

"Agenda tersebut penting untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, menjaga ketersediaan energi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi. Karena itu, capaian yang telah diraih perlu dilihat secara objektif, dengan tetap memperhatikan tantangan yang masih harus diselesaikan dan manfaat kebijakan bagi masyarakat," jelasnya.

Dave juga menyebutkan, seluruh pihak juga perlu melihat bahwa pelaksanaan agenda tersebut membutuhkan konsistensi kebijakan, investasi, dan koordinasi lintas sektor. 

img_title Bahlil Bidik Lahan Tidur Karawang untuk Etanol, RI Siapkan Campuran Bensin E20 hingga E50

"Tentu hasilnya tidak hanya diukur dari program yang berjalan, tetapi juga dari kemampuan meningkatkan kapasitas industri nasional, menjaga pasokan energi, dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat," ungkapnya.

Di sisi lain, lanjut Dave hasil survei tersebut dapat menjadi bahan refleksi untuk melihat sejauh mana kebijakan pemerintah dipahami dan dirasakan oleh masyarakat. 

"Keberhasilan seorang pejabat tidak hanya tercermin dari program yang dijalankan, tetapi juga dari dampak nyata kebijakan tersebut dalam menjawab kebutuhan publik," ujarnya.

Karena itu, kata Dave, penilaian terhadap kinerja menteri sebaiknya dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan capaian program, efektivitas kebijakan, serta manfaat yang dihasilkan. 

"Pendekatan ini penting agar evaluasi tidak hanya bertumpu pada persepsi, tetapi juga mempertimbangkan hasil kerja dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dave percaya setiap masukan dari masyarakat dapat menjadi dorongan untuk terus memperbaiki kinerja pemerintah.

"Yang terpenting, seluruh jajaran kabinet tetap fokus menjalankan tugas dan menerjemahkan arahan Presiden ke dalam kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung kepentingan nasional," pungkasnya.

Perusahaan Gas Negara sedang Melakukan Pengecekan Rutin instalasi stasiun matering di Pulau Pemping

SKK Mingas Beberkan Alasan Indonesia Mulai Kurangi Ekspor Gas ke Singapura

SKK Migas melalui Kepala SKK Migas Djoko Siswanto beberkan Indonesia mulai kurangi ekspor gas ke Singapura. Kata dia, pengurangan ekspor tersebut mencakup gas

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut