Rahmat Nasution Hamka: SPI Siap Jadi 'Mata dan Telinga' Kapolri

Pembina DPN SPI, Rahmat Nasution Hamka
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA – Rahmat Nasution Hamka resmi diangkat sebagai Pembina Dewan Pimpinan Nasional Sahabat Polisi Indonesia (DPN SPI) periode 2026–2031.

img_title Propam Turun Tangan Usai Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo, Jumlah Polisi yang Diperiksa Masih Misteri

Prosesi pelantikan pengurus DPN SPI yang dipimpin oleh Ketua Umum Fonda Tangguh tersebut berlangsung di Ballroom RA Suites Hotel Simatupang, Jakarta, Rabu (28/10/2026), serta dihadiri oleh Penata Kehumasan Utama Tk. II, Brigjen Komarudin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengusung misi penguatan kemitraan dan transparansi publik, kehadiran pengurus baru DPN SPI diharapkan mampu menjadi jembatan informasi yang objektif bagi jajaran pimpinan Polri.

img_title Alasan Kapolri Larang Anggota dan Pegawai Negeri Polri Pakai Vape

Rahmat menegaskan, pengangkatan struktur pembina di tingkat nasional ini memperluas jangkauan organisasi hingga ke seluruh pelosok Nusantara demi mendukung penuh visi Kapolri.

"Dengan dilantiknya Dewan Pengurus Nasional ini, maka Kapolri sudah punya mata dan telinga di seluruh pelosok Nusantara Indonesia di mana saja untuk dapat nantinya menerima informasi pembanding, sehingga dapat memberikan kebijakan-kebijakan dan keputusan-keputusan lebih baik untuk perbaikan Polri ke depan," ujar Rahmat.

img_title Kapolri Larang Anggotanya Pakai Vape

Lebih lanjut, Rahmat menekankan pentingnya peran aktif organisasi dalam membantu institusi kepolisian merawat dan memulihkan kepercayaan masyarakat. 

Menurutnya, keselarasan antara masyarakat dan kepolisian harus diwujudkan secara nyata melalui aksi di lapangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebagai pembina yang diangkat, saya mengharapkan Sahabat Polisi Indonesia membantu Kapolri untuk memulihkan kepercayaan rakyat melalui slogan 'Polisi Bersama Masyarakat' yang harus menjadi pilar utama membangun institusi Polri ke depan,” ujarnya.

“Sahabat Polisi Indonesia ini menjadi momentum penghubung dan mata telinga Bapak Kapolri, sehingga bisa memberikan masukan informasi dalam rangka mengambil kebijakan dan keputusan di institusinya, menjadikan Polri semakin lebih baik ke depannya," lanjutnya.

Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor

Buntut Polisi Todong Senjata ke Santriwati, Komnas Perempuan: Proses Hukum Tidak Membenarkan Tindakan Itu

Soal insiden dugaan polisi bentak dan todong senjata ke Santriwati saat geledah Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, Jateng. Sontak Komnas Perempuan

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut