NTB Dinilai Punya Potensi Besar Industri Kelapa

Jerry Hermawan Lo
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA - Yayasan JHL Merah Putih Kasih menyatakan kesiapan mendukung pembangunan pabrik pengolahan kelapa di Nusa Tenggara Barat (NTB).

img_title Bukan Cuma Orang yang Belum Punya Motor, Ini Incaran Baru Pabrikan

Melalui kelompok usaha pendirinya, Jerry Hermawan Lo, rencana investasi tersebut diarahkan untuk memperkuat hilirisasi kelapa, meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan, sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jerry mengatakan, realisasi pembangunan pabrik membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terutama dalam memperluas areal perkebunan dan melakukan peremajaan tanaman kelapa guna menjamin ketersediaan bahan baku industri.

img_title Perkuat Industri Kimia RI, Pemerintah Bangun Pabrik Soda Ash dan Amonium Klorida di Gresik

"Saya sudah berjanji kepada Pak Gubernur, tolong lakukan replanting kelapa sebanyak mungkin. Nanti kelompok usaha saya akan membangun pabrik di sini. Itu janji saya," kata Jerry dalam keterangan tertulis kepada awak media, Rabu (4/11/2026).

Komitmen tersebut sebelumnya disampaikan Jerry saat penyerahan Beasiswa Kelapa 2026 oleh Yayasan JHL Merah Putih Kasih kepada 100 mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram), Senin (2/11/2026). Kegiatan itu dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Rektor Unram Sukardi, serta jajaran akademisi dan mahasiswa.

img_title Dorong Hilirisasi Industri Kehutanan, Ibas: Proses Produksi Harus Diperbaiki Agar Tak Boros

Menurut Jerry, pembangunan pabrik di NTB merupakan bagian dari ekspansi industri pengolahan kelapa yang dikembangkan kelompok usahanya. Saat ini, pihaknya telah memiliki tiga pabrik kelapa dan berencana menambah dua pabrik lagi pada 2027, dengan target kapasitas pengolahan mencapai dua juta butir kelapa per hari.

Jerry menjelaskan, kelompok usahanya kini mengembangkan konsep Royal Agro Industry, yakni sistem usaha pertanian yang mengutamakan pengolahan hasil panen menjadi produk jadi atau setengah jadi sebelum dipasarkan.

"Dua tahun lalu saya masih berbicara tentang agribisnis. Sekarang konsepnya sudah berubah menjadi Royal Agro Industry. Setiap tanaman yang kami tanam tidak langsung dijual, tetapi diindustrikan terlebih dahulu agar memiliki nilai tambah," ujarnya.

Menurut dia, pendekatan tersebut penting untuk mengubah pola usaha pertanian yang selama ini terlalu bergantung pada penjualan komoditas mentah. Dengan pengolahan industri, nilai ekonomi hasil pertanian dapat meningkat dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Potensi Besar Industri Kelapa

Jerry Hermawan Lo menilai, NTB memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat pengembangan industri kelapa nasional. Apalagi, kelapa memiliki masa produktif yang panjang dan hampir seluruh bagian buahnya dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut