Pemuda Diminta Jadi Penggerak Pembangunan Nasional
- Istimewa
Jakarta, VIVA - Penguatan kapasitas, kreativitas, dan kepemimpinan generasi muda menjadi fokus utama dalam kegiatan Nusantara Youth Expo 2026 bertajuk "Pemuda Bersatu Pemuda Berkarya Indonesia Berdaya" yang diselenggarakan di Gedung Academic Center, Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Metro, Kota Metro, Lampung.
Kegiatan ini berlangsung dalam dua sesi dengan total akumulasi kehadiran sebanyak 1.092 peserta.
Kegiatan tersebut menghadirkan unsur pemerintah daerah, akademisi, praktisi ekonomi, mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas, serta pelaku UMKM. Rangkaian acara meliputi Creative Competition Festival Tari Kreasi Nusantara, Youth & Economy Talkshow, Youth Leader Forum, pemberian penghargaan kepada enam pemenang lomba tari, serta bantuan modal bagi tiga pelaku UMKM.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Yayan Ruchyansah, Wakil Wali Kota Metro Rafieq Adi Pradana; Wakil Rektor I UIN Jurai Siwo Metro Dedy Irwansyah, Pakar Ekonomi dan Keuangan Syariah Adiwarman Azwar Karim, Wakil Ketua Kadin Lampung Munir Abdul Haris, serta akademisi UIN Jurai Siwo Metro Diana Ambarwati.
Dalam penyampaiannya, Yayan Ruchyansah menekankan bahwa generasi muda harus berani mengambil peran sebagai penggerak perubahan.
"Pemanfaatan teknologi digital untuk menangkal disinformasi, membangun kolaborasi, serta mewujudkan gagasan melalui tindakan nyata menjadi bagian penting dari kontribusi pemuda menuju Indonesia Emas 2045," kata Yayan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Metro Rafieq Adi Pradana, mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi dan menciptakan peluang ekonomi.
"Pentingnya penguasaan teknologi yang disertai integritas, kemandirian, kepedulian sosial, serta kemampuan menyampaikan kritik secara konstruktif," kata Rafieq.
Selain itu, Pakar Ekonomi dan Keuangan Syariah Adiwarman Azwar Karim mengingatkan generasi muda untuk terus berjuang, menjaga optimisme, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai keterbatasan.
Menurutnya, mahasiswa memiliki kesempatan luas untuk meraih cita-cita dan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa dengan tetap menjadikan keimanan dan nilai-nilai kebaikan sebagai landasan.
"Pentingnya menyampaikan kritik secara bijaksana, santun, dan konstruktif agar aspirasi yang disuarakan mampu memberikan manfaat serta mendorong perubahan positif bagi masyarakat," ucapnya.