"Jika Dipo Alam Minta Maaf, Laporan Dicabut"

Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam
Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam
Sumber :
  • ANTARA

VIVAnews - Metro TV dan Media Indonesia resmi melaporkan Sekretaris Kabinet, Dipo Alam, ke Mabes Polri. Namun, laporan ini dapat saja dicabut sewaktu-waktu jika Dipo Alam minta maaf.

"Kami laporkan secara pribadi," kata kuasa hukum Metro TV dan Media Indonesia, OC Kaligis, di Mabes Polri, Sabtu 26 Februari 2011.

Menurut Kaligis, pihaknya melaporkan Dipo dengan dasar UU Pers dan UU Keterbukaan Informasi Publik. "Saya uji sejauh mana undang-undang itu nanti bisa dilaksanakan," ujar Kaligis.

Menurut Kaligis, laporan ini bisa saja dicabut jika Dipo meminta maaf. "Kami menuntut Dipo untuk meminta maaf, dan terbuka peluang juga kami untuk mencabut laporan," ujarnya.

Dalam pernyataannya, Senin 21 Februari lalu di Istana Bogor, Dipo mengatakan, "Pokoknya, saya katakan, kalau mereka [media] tiap menit menjelekkan terus, tidak usah pasang [iklan]. Saya akan hadapi itu. Toh, yang punya uang itu pemerintah. Enggak usah pasang iklan disitu. Orang yang di interview dalam prime-time tidak usah datang".

Sebelumnya, Dipo menyatakan siap disomasi media yang dia sebut dalam aksi boikot media tersebut. "Jika dituntut saya siap," kata dia usai rapat dengan Komisi II DPR.

Namun, Dipo Alam tak mau mencabut pernyataannya tentang beberapa media yang disebutnya selalu menjelek-jelekkan Pemerintah. Dipo menyatakan, harus ada yang memulai mengritik media. "Saya tidak pernah menyesal dan berkecil hati dengan kritik saya itu karena yang saya gunakan adalah hak koreksi saya," kata Dipo Alam di hadapan Komisi II DPR.

Mengenai pernyataannya itu, Dipo pun sudah dipanggil ke Dewan Pers. Di Dewan Pers, Dipo mengaku akan senang hati apabila masalahnya dengan pers selesai sampai di Dewan Pers saja. Intinya, kata Dipo, "Jali-jali, sampai di sini. Tetapi, kalau Metro TV mau terus, ya saya terus aja. Saya tunggu."