Polisi Sita Uang Palsu Rp1 Miliar

Ilustrasi rupiah.
Ilustrasi rupiah.
Sumber :
  • VIVAnews/ Tudji Martudji

VIVAnews - Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, membongkar dan menangkap jaringan pembuat dan pengedar uang palsu. Tidak tanggung-tanggung, 'hasil karya' mencetak uang mencapai sedikitnya Rp1 miliar. Sebagian sudah tersebar di sejumlah provinsi di Jawa Timur.

"Mereka ini jaringan kakap, uang palsu diedarkan sampai luar provinsi. Pengakuan sementara, itu dikerjakan sejak tiga bulan silam," kata Kepala Polrestabes Surabaya, Komisaris Besar Polisi, Coki Manurung, Surabaya, Jawa Timur, Rabu 16 Maret 2011.

Kerja para sindikat yang berhasil disergap Unit Pidana Ekonomi (Pidek) Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Surabaya itu tergolong rapi. Hasil pemeriksaan, kerja mereka diotaki oleh JM (57) warga Jalan Jambu, Jabon, Jombang, yang juga pengusaha sarang burung walet.

Terbongkarnya sindikat ini berawal ditangkapnya dua orang anak buahnya, MC (25) juga warga Jombang. MC dibekuk Selasa 15 Maret kemarin di Jalan Raya Mastrip Karangpilang, Surabaya Selatan.

Kepada polisi, MC kedapatan membawa 5 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribuan. Kemudian, setelah dilakukan pengembangan polisi, di Dusun Sambisari, Jombang polisi menemukan uang palsu senilai Rp29,5 juta.

Perkembangan selanjutnya ditemukan pabrik uang palsu yang keberadaannya sudah ada sejak tiga bulan silam. Yakni, di rumah JM di Jalan Jambu Jabon, Jombang. Di rumah itu ditemukan upal siap edar sebanyak Rp470 juta.

Ikut diamankan polisi sejumlah laptop, mesin pemindai, printer, tumpukan kertas bahan uang palsu, dan uang palsu senilai Rp500 juta. Coki menambahkan, akibat perbuatannya, tersangka dijerat melanggar pasal 245 KUHP tentang pembuatan dan peredaran uang palsu dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Terkait itu, polisi juga masih memburu tersangka lainnya diduga ikut terlibat. Yakni, YY, FR, dan IV sebagai jaringan pembuat upal.


Laporan: Tudji Martudji | Surabaya