Aljazeera:

Purnawirawan Jenderal Dukung Penggulingan SBY

Jenderal TNI purn. Tyasno Sudarto
Sumber :
  • Antara/ Ujang Zaelani

VIVAnews - Televisi berita yang berbasis di Qatar, Al Jazeera, menurunkan laporan investigasi berjudul 'Plot to Topple Indonesian President Uncovered' atau 'Plot untuk Menggulingkan Presiden Indonesia Terbongkar'. Laporan ekslusif ini menceritakan temuan Al Jazeera tentang sejumlah jenderal purnawirawan yang secara rahasia telah mendukung kelompok-kelompok Islam garis keras untuk menumbangkan kekuasaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

img_title Sebelum Listyo Sigit Jadi Tersangka, Oergoseno Pernah Bocorkan Eks Kapolri Sadap Telepon Pati Polri

Termasuk di dalamnya, menyokong seorang ketua front Islam setempat untuk mengorganisir penyerangan di Cikeusik, Pandeglang, Banten, yang menewaskan tiga anggota Jemaat Ahmadiyah secara tragis. Diduga kuat, kata Al Jazeera, penyerangan ini dilakukan secara sistematis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jenderal-jenderal ini menggunakan grup Islam garis keras untuk menggulingkan Presiden Yudhoyono, karena mereka menganggap SBY terlalu lemah dan terlalu reformis," demikian dilaporkan koresponden Al Jazeera, Step Vassen, dalam rekaman yang ditayangkan Selasa malam, 22 Maret 2011. Lihat videonya di sini.

img_title Bareskrim Bocorkan Modus Operandi Eks Kapolri Listyo Sigit CS Sadap Presiden Prabowo: Penyadapan dari 2025 hingga 2026

Dalam laporannya itu, Al Jazeera mewawancarai beberapa narasumber, salah satunya adalah Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (GARIS), H. Chep Hernawan.

"Para pensiunan jenderal sudah muak dengan berbagai kebohongan Presiden. Semula mereka berupaya menggunakan isu-isu lokal seperti korupsi, tapi gagal. Kini mereka menggunakan isu Ahmadiyah, dan berhasil," kata dia. "Para jenderal itu mengatakan Ahmadiyah harus dilarang, atau bakal ada revolusi."

img_title TNI Buka Suara soal Pengerahan Prajurit dalam Jumlah Besar ke Jakarta: Menjaga Keutuhan NKRI

Kepada Al Jazeera, Chep mengaku bahwa pada Januari lalu dia didekati oleh seorang pensiunan jenderal berbintang tiga. "Dia kasih semangat, pokoknya jalan terus. Ini namanya jihad. Jangan mundur, sehingga si pembohong itu bisa ditumbangkan," Chep menirukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yang menarik, Al Jazeera juga mewawancarai mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI (purn.) Tyasno Sudarto, yang selama ini memang dikenal sangat kritis terhadap pemerintahan SBY. Al Jazeera bahkan menyiarkan bahwa Tyasno menyatakan mendukung gerakan-gerakan Islam radikal untuk menggulingkan SBY melalui "revolusi".

"Kami bekerja sama. Angle-nya atau jalan masuknya berbeda. Mereka berjuang atas nama Islam, kami menggunakan politik. Tapi kami punya tujuan yang sama, yaitu perubahan. Kami ingin menyelamatkan negara ini, bukan meruntuhkannya. Revolusi harus berjalan damai, bukan dengan pertumpahan darah," demikian dinyatakan Tyasno di liputan itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut