Uang Rp4,7 M Belum Bebaskan Darsem dari Hukum

Darsem Bt Dawud Tawar
Darsem Bt Dawud Tawar
Sumber :
  • VIVAnews / Dokumentasi KBRI Riyadh

VIVAnews - Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi, Darsem, terancam hukuman mati karena membunuh. Hukuman ini dapat diperingan dengan membayar diyat atau tebusan senilai Rp4,7 miliar. Rupanya, Darsem belum sepenuhnya bebas dari hukuman secara maksimal meski telah membayar tebusan.

"Uang itu hanya untuk membebaskan Darsem dari hukum pancung," kata Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Gatot Abdullah Mansyur saat melakukan rapat dengan pendapat dengan Komisi I Bidang Luar Negeri di Jakarta, Kamis 23 Juni 2011.

Menurut Gatot, setelah uang tebusan itu dibayarkan, pemerintah Arab Saudi akan menanyakan kepada keluarga korban dan masyarakat. "Apakah terganggu dengan pembunuhan yang dilakukannya," urai Gatot.

Jika keluarga dan masyarakat menyatakan terganggu dengan perbuatan Darsem, maka Darsem terancam hukuman 6 atau 10 tahun penjara. Saat ini Darsem sedang memasuki sidang umum.

Pemerintah yang diwakili oleh Kedutaan Besar RI dapat melakukan langkah-langkah yang bersifat membantu. "Saat itu kami (bisa) intervensi untuk minta (Darsem) maaf pada rakyat. Selain kami juga bisa memintakan Pemerintah Indonesia untuk meminta maaf pada raja, agar Raja bisa memaafkan Darsem," kata dia.

Seperti diketahui, Darsem bin Dawud Tawar, asal Subang Jawa Barat, dituduh membunuh majikan dan mendapat pemaafan dari ahli waris korban sehingga lolos dari hukuman pancung. Mamun harus membayar diyat Rp 4,72 Milyar. Batas waktu yang diberikan sampai dengan 7 Juli 2011. (eh)