Jasad Korban Casa 212 Diangkat Satu-persatu

Casa 212 PT NBA Jatuh di Bahorok
Casa 212 PT NBA Jatuh di Bahorok
Sumber :
  • ANTARA/PK-UAA/SP/Koz/Spt/11

VIVAnews - Hingga pukul 10.00 WIB Minggu ini, 2 Oktober 2011, belum ada satu pun jenazah korban kecelakaan Casa 212 yang sudah dievakuasi dari bangkai pesawat. "Saat ini masih fokus menurunkan tim ke sana dan persiapan evakuasi," kata Kapolres Langkat, AKBP Mardiyono saat dihubungi VIVAnews.com

Ditambahkan Kapolres, strategi evakuasi yang dilakukan adalah dengan mengangkat jenazah satu per satu menggunakan helikopter. Cara ini terpaksa ditempuh sebab "helipad tak memungkinkan dibuat, karena kemiringan lokasi sampa1 73 derajat."  

Saat ini di lokasi sudah disiapkan empat helikopter untuk mengangkut jasad korban. "Mungkin yang aktif dua," tambah dia.

Di Jakarta, keluarga korban salah satu kru Casa 212, Soetopo, berharap-harap cemas menanti kepulangan jenazah. "Hingga kini belum ada kabar jasad sudah diangkat, informasi yang kami dapat masih tahap evakuasi," kata putra kedua Soetopo, Diego Bono, kepada VIVAnews.com, Minggu pagi.

Keluarga berharap, jenazah bisa dipulangkan sesegera mungkin. "Sedikit kecewa, lambat. Mungkin karena medannya yang sulit, saya tidak bermaksud menyalahkan," tambah dia. "Sudah empat hari, mereka (para korban) masih diam di pesawat."

Kamis lalu, saat kabar kecelakaan muncul, ada harapan besar di pihak keluarga bahwa Soetopo masih hidup. Sebab, foto yang diambil dari udara menunjukkan, badan pesawat masih utuh. "Apalagi Papa orang yang akrab dengan alam, biasa di gunung," kata Diego.

Namun, informasi yang datang Sabtu lalu--bahwa seluruh penumpang dan kru pesawat tewas--memupuskan harapan itu.

Saat ini keluarga sudah bersiap menyambut kedatangan jenazah. Tenda sudah didirikan di rumah duka di Perumahan Villa Japos, Ciledug, Tangerang, Banten. "Kami juga menyelenggarakan acara kebaktian tiap malam. Doa bersama," tambah Diego, seraya menambahkan, ayahnya rencananya akan dimakamkan di Pemakaman Joglo, Jakarta Barat.

Selain mendapat firasat burung kesayangan mendiang mendadak mati, Diego mengatakan perilaku ayahnya hari-hari sebelum meninggal juga tak biasa. "Ia lebih banyak kirim SMS ke semua keluarga, padahal ini jarang dilakukan. "Lebih perhatian," katanya. (kd)