Tak Jual Tiket Berdiri, PT KA Mengaku Rugi

Ilustrasi Mudik dengan Kereta Api
Ilustrasi Mudik dengan Kereta Api
Sumber :
  • VIVAnews / Gestina Rachmawati

VIVAnews - Pembatasan tiket kereta api berdiri saat arus mudik Lebaran laluberdampak pada menurunnya pendapatan PT Kereta Api (KA) Daerah Operasional VI Yogyakarta. Setidaknya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini Daops VI mengalami kerugian hingga Rp 8,5 miliar.

Kepala Humas PT KA Daops VI Yogyakarta, Eko Budianto, mengatakan kerugian ini akan bertambah lagi dengan dipatenkannya kebijakan itu terhitung 1 Oktober yang lalu. PT KA sudah tidak lagi menjual tiket berdiri untuk semua kelas kereta.

"Dalam kurun tiga bulan terakhir ini kami mengalami kerugian Rp8,5 miliar," kata Eko, Kamis, 13 Oktober 2011

Eko menyatakan meski merugi, namun hal tersebut sudah menjadi komitmen dari PT KA untuk memberikan pelayanan yang baik dan manusiawi kepada semua pengguna jasa kereta api.

"Untuk kelas ekonomi saja, ada 50 persen penumpang berkurang dalam setiap perjalanannya. Dan kelas Bisnis berkurang 25 persen," terangnya.

Dia berharap dengan semakin baiknya pelayanan PT KA ini, kedepannya kereta api menjadi moda angkutan darat yang menjadi andalan bagi masyarakat Indonesia.

"Dengan begitu, kami berharap ada kebijakan dari pemerintah untuk tidak menganaktirikan kereta api seperti konsumsi BBM seperti angkutan umum lainnya yang masih dapat menggunakan BBM bersubsidi," tandasnya.

Eko mengungkapkan, pihaknya optimis pengurangan pendapatan sebagai akibat kebijakan tersebut bisa ditutupi dari unit bisnis lainnya seperti angkutan barang.

"Kami konsentrasi pada peningkatan layanan sehingga intruksi tersebut wajib dipatuhi," pungkasnya. Laporan: Juna Sanbawa | Yogyakarta