Jefry Noer Kembali Jadi Bupati Kampar

Budidaya ikan air tawar di Waduk Koto Panjang, Kampar
Sumber :
  • Antara/ FB Anggoro

VIVAnews - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kampar, Jefry Noer dan Ibrahim Ali, memperoleh suara terbanyak pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kampar yang digelar Senin, 10 Oktober 2011 lalu. Rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kampar menyatakan hari ini, hasil pemungutan suara dimenangi Jefry Noer-Ibrahim Ali.

img_title HP dengan Memori 64 GB Masih Bisa Update Sistem? Kenali Faktor Ini Menentukan Berhasil atau Tidaknya

Ketua KPU Kampar Safril Abdullah selaku pimpinan sidang pleno, didampingi anggota Asril Hamzah, Nurhamin, Yatarullah dan Noprizal, menegaskan pasangan Jefry-Ibrahim berhasil memperoleh dukungan terbanyak, 125.231 suara atau sekitar 45,58 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Angka tersebut mengakahkan pasangan calon incumbent Bupati Kampar Burhanuddin yang berpasangan dengan Sekretaris Kabupaten Kampar, Zulher. Pasangan ini hanya memperoleh 40,56 persen dukungan atau 110.792 suara. 

img_title Jembatan Ambruk di Kupang Ditargetkan Rampung Akhir Tahun, Jenderal Maruli: Jadi Hadiah Natal dari Presiden

"Sedangkan pasangan Nasrun Effendi-Tengku Nizar memperoleh 37.095 suara atau 13,58 persen. Total suara sah yang memenuhi adalah 273.116. Sedangkan suara tidak sah terdapat 6.133," sebut Ketua KPU Kampar, Safril Abdullah di Hotel Labersa, Jumat 14 Oktober 2011.

Dalam pleno tersebut, KPU Kampar juga menetapkan pasangan Jefry-Ibrahim sebagai pemenang melalui SK KPU nomor 053/kpts/KPU-KPR-004.435228/X/2011.

img_title Beda Parfum Extrait dengan Body Mist: Mana yang Lebih Tahan Lama dan Cocok untuk Aktivitas Sehari-hari?

Pada Pilkada tahun 2006 Jefry Noer yang saat itu menjabat Bupati Kampar, dikalahkan pasangan Burhanuddin Husin-Teguh Sahono. Meski demikian, Pilkada kali ini Jefry kembali maju. Dan dia dinyatakan KPUD Kampar sebagai pemenang dan mengalahkan Burhanuddin.

Ketika menjadi Bupati Kampar periode 2001-2006, Jefry sempat dinonaktifkan dari jabatannya. Ia didemo besar-besaran oleh kalangan guru dan siswa serta tokoh masyarakat setempat, karena dinilai melecehkan profesi guru. Namun beberapa bulan kemudian, ia kembali diaktifkan. (Laporan Ali Azumar | Riau, umi)

Jalanan curam

Jalan Buntu di Turunan Curam Ini Bukan Pajangan, Ada Fungsinya!

Terlihat seperti jalan buntu, jalur penyelamat di turunan curam ternyata berfungsi menghentikan kendaraan yang mengalami rem blong dengan bantuan pasir, kerikil, dan kont

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut