Unik, Telur Bisa Berdiri Sendiri Saat Peh Cun

Telur dengan posisi berdiri
Telur dengan posisi berdiri
Sumber :
  • VIVAnews/KDW

VIVAnews - Ribuan warga memadati Pantai Parangtritis untuk menyaksikan puncak perayaan Peh Cun yang digelar oleh Komunitas Tionghoa Yogyakarta bersama dengan Dinas Pariwisata Pemprov DIY, dan  Pemerintah Kabupaten Bantul, DIY.

Malam sebelumnya, doa bersama digelar di Parangtritis, dipimpin oleh Bikshu Bante Badra Palo. Peh Cun jatuh pada tanggal 5 bulan 5 dalam penanggalan China. Ia juga berkaitan dengan peristiwa astronomi, di mana posisi matahari berada pada titik kulminasi terdekat dengan Bumi di siang hari.

Ada fenomena yang sangat menarik di tiap perayaan Peh Cun. Sebutir telur dapat berdiri sendiri di atas bidang datar tanpa ada bantuan alat penyangga. "Kuatnya pengaruh gravitasi matahari tehadap bumi membuat sebuah telur bisa berdiri sendiri," kata Aryanto, Ketua Panitia Peh Cun 2012, Sabtu 23 Juni 2012

Namun, tak semua orang bisa membuat telur berdiri. "Ada kepercayaan yang mengatakan, bagi yang bisa mendirikan telur saat Peh Cun akan mendatangkan berkah tersendiri," tambah dia.

Berdasarkan catatan sejarah dan cerita turun temurun masyarakat China, perayaan Peh Cun adalah ungkapan syukur atas kepahlawan Qu Yuan, seorang menteri saat Dinasti Han berkuasa.

Karena alasan tertentu, ia melompat ke sungai, tepat pada tanggal 5 bulan 5. Konon, warga saat itu melemparkan makanan dalam sungai, agar jasad sang menteri tak diganggu ikan dan binatang air lainnya.

Makanan itu lalu bertransformasi menjadi bakcang--penganan khas Tionghoa berupa nasi isi daging yang dibungkus daun. Jajanan itu kini selalu disiapkan saat Peh Cun sebagai ungkapan rasa syukur.

"Tradisi Peh Cun ini telah berlangsung turun-temurun yang dilakukan oleh komunitas Tionghoa Yogyakarta," kata Aryanto.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pemkab Bantul, DIY Bambang Legowo menyatakan perayaan Peh Cun yang digelar rutin setiap tahunnya di kawasan Pantai Parangtritis atau tepatnya di Kawasan Mancingan Baru diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Kami sangat mendukung acara ini. Di samping melestarikan budaya etnis Tionghoa juga berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke Pantai Parangtritis dan sekitarnya,” paparnya.

Bambang menyatakan perayaan Peh Cun tidak saja digelar di Pantai Parangtritis, namun di Bendung Tegal, Desa Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul juga akan berlangsung lomba perahu naga yang akan dilangsungkan pada hari Minggu besok. "Ada 20 tim perahu naga dari Yogyakarta dan Jawa Tengah yang akan berlomba untuk merebutkan total hadiah Rp24 juta," ujarnya. (kd)