Menkokesra: Masyarakat Tak Perlu Panik

VIVAnews - Wabah flu babi diduga telah menewaskan 103 orang di Meksiko sedangkan jumlah pasien yang diduga terinfeksi virus flu babi meningkat menjadi 1.614 orang. Flu babi juga diduga menyerang negara lain seperti Amerika Serikat, Spanyol, Kanada, dan Selandia Baru.

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie meminta masyarakat Indonesia tak panik menghadapi ancaman pandemi flu babi. "Masyarakat tak perlu khawatir, sebab kita berada di negara tropis," kata Aburizal di Kantor Kementrian Kesejahteraan Rakyat di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin 27 April 2009.

Panas di negara tropis, lanjut Aburizal, menyebabkan flu babi lebih lambat bermutasi. "Mereka [virus flu babi], cenderung lebih cepat bermutasi di negara subtropis dan empat musim," kata dia.

Langkah-langkah antisipatif telah dilakukan pemerintah untuk mencegah masuknya flu babi ke Indonesia. "Pemerintah akan mengeluarkan peraturan presiden untuk penyesuaian agar Komisi Nasional Pencegahan Flu Burung bisa melakukan tindakan-tindakan yang sudah efektif untuk flu burung, digunakan untuk pencegahan flu babi," kata Aburizal.

Sebelumnya, Departemen Kesehatan telah menyiagakan semua pintu masuk di seluruh wilayah Indonesia terutama untuk pendatang dari negara-negara yang sedang terjangkit.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Departemen Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, mengatakan departemen kesehatan mengaktifkan pemindai panas tubuh atau thermal scanner di semua bandara dan pelabuhan yang jadi pintu masuk orang luar ke Indonesia.

Thermal scanner sebelumnya digunakan untuk mencegah masuknya penderita flu burung ke Indonesia.

Analisa awal pusat pengendalian penyakit AS atau Centers for Disease Control, virus babi yang menyerang Meksiko  merupakan kombinasi material genetik dari flu babi, flu burung, dan flu manusia. Para ilmuwan mengkhawatirkan akan ada virus baru yang efeknya lebih ganas dan massif daripada virus flu burung.