Dua Unsur Sesat ISIS Menurut Majelis Mujahidin Indonesia

Bendera ISIS di Kantor Gubernur Jambi.
Bendera ISIS di Kantor Gubernur Jambi.
Sumber :
  • VIVAnews/Ramond EPU.

VIVAnews - Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) menyatakan deklarasi Daulah Khilafah Al-baghdadi atau yang lebih dikenal Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) adalah sesat, sehingga pihaknya secara tegas menolak perjuangan militan mereka.

Menurut Amir MMI, Ustaz Muhammad Thalib, ada dua alasan sesat yang telah dilakukan ISIS. Pertama, mereka dikatakan telah berdusta atas nama khilafah. Pengangkatan khilafah ini dinilai akan memicu konflik atau perang saudara antar kaum muslimin, yang setuju dan menolaknya.

"Alasan kedua, kelompok ISIS mengkafirkan kaum muslimin yang menolak kekhalifahan yang mereka deklarasikan secara sepihak. Dimana, hal tersebut jelas sikap yang sesat. Siapapun yang menyeru umat Islam untuk memilih dirinya menjadi khalifah tanpa musyawarah dengan kaum muslimin, maka orang itu telah sesat," terang Ustaz Thalib di sela-sela pertemuan DPW MMI se Jateng-DIY, di Kantor MMI Surakarta, Sabtu 16 Agustus 2014.

Thalib menambahkan, pasca dideklarasikannya Khilafah Al-baghdadi pada 28 Juni 2014 lalu, banyak bencana bagi kaum muslimin. Ribuan umat yang menolak dan menentang deklarasi tersebut dibunuh.

Bahkan banyak kaum perempuan di Iraq yang tak berdosa juga dibunuh oleh kelompok ISIS. Padahal, tindakan mereka membunuh manusia, sekalipun orang itu kafir tidak dibenarkan oleh syariat Islam.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengimbau kepada aparat kepolisian untuk tidak over acting dalam menyikapi paham ISIS yang berkembang di Tanah Air. Pasalnya, dengan cara membakar bendera ISIS yang diperintahkan pihak kepolisian akan menimbulkan konflik horizontal baru.

"Sebab kalimat tauhid yang berbunyi 'laa ilaha illallah muhammada rasulullah' yang ada dalam bendera ISIS bukan milik mereka, melainkan milik umat Islam," tegasnya.

Ia pun berharap besar agar kaum muslimin mewaspadai gerakan Daulah Al-baghdadi dengan berpedoman kepada Alquran dan tuntunan Nabi Muhammad SAW agar tidak mudah terpengaruh dengan paham ISIS.

(Laporan: Salahuddin/tvOne)

Baca juga:

ISIS Bantai 80 Warga Yazidi