Provinsi Sumatera Selatan
- tvOne
Pertambangan
Potensi pertambangan yang dihasilkan terdiri atas minyak bumi, gas alam, batubara, batu pecah, tanah liat, dan batu kapur.
Tabel 1
Potensi pertambangan di Provinsi Sumatera Selatan
No
Jenis bahan tambang
Lokasi
Produksi
Cadangan
1
Minyak bumi
Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Musi Rawas, Kota Prabumulih
29,37 juta barel
5,03 juta MSTB
2
Gas alam
Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Musi Rawas, Kota Prabumulih
287 ribu MCF
7.238 BSCF
3
Batubara
Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat
9,12 juta ton
18,13 miliar ton yang dikelola PT Bukit Asam dan PT Bukit Kendi, sedangkan cadangan sebanyak 13,07 miliar ton belum dikelola sama sekali
KONDISI EKONOMI MAKRO TRIWULAN III-2009
Perekonomian menunjukkan gejala melanjutkan proses pemulihan. Laju pertumbuhan ekonomi tahunan (yoy) diprediksi sebesar 3,62% (dengan migas), dimana nilainya lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan tahunan pada triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,97% (dengan migas). Namun walaupun demikian pertumbuhan secara triwulanan mengalami perbaikan cukup signifikan mencapai 5,73% (qtq).
Inflasi  tahunan kota Palembang sebesar 1,30% (yoy), atau menurun dibandingkan dengan inflasi triwulan sebelumnya yang tercatat 2,92% maupun inflasi triwulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 14,19%. Inflasi secara bulanan sebesar 1,29% (mtm), mengalami peningkatan tajam dibandingkan bulan Agustus 2009 yang mengalami deflasi sebesar 0,14%, yang disebabkan konsumsi masyarakat mengalami peningkatan menyambut hari raya Idul Fitri.
 Indikator
2008
2009
Tw III
Tw IV
Tw I
Tw II
Tw III
PDRB-Harga Konstan (Rp miliar)
15,231
14,434
14,427
14,926
15,782*
Pertumbuhan PDRB (yoy, %)
5.23
2.26
2.62
3.97
3.62*
Laju Inflasi Tahunan (yoy, %)
14.19
11.15
7.94
2.92
1.30
*) Â Â Proyeksi Bank Indonesia
Realisasi pendapatan pemprov per Oktober 2009 mencapai Rp1.769,91 miliar, atau 65,83% dari anggaran perubahan tahun 2009 yang sebesar Rp2.617,01 miliar, sedangkan realisasi belanja hanya mencapai Rp1.287,33 miliar, atau 43,68% dari anggaran perubahan tahun 2009 yang sebesar Rp2.718,47 miliar.
Sampai dengan bulan Oktober 2009, realisasi penerimaan secara nominal lebih tinggi dibandingkan realisasi pengeluaran. Bahkan realisasi belanja masih lebih rendah dibandingkan dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pada sisi pendapatan, realisasi paling baik dicapai oleh komponen Lain-lain
Pendapatan yang Sah, yaitu sebesar 81,67%. Namun demikian, pos tersebut secara keseluruhan hanya memberi pangsa sebesar 0,35% dari total pendapatan. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercatat sebesar Rp807,84 miliar atau mencapai 68,82% dari target anggaran. Sementara itu realisasi dana perimbangan mencapai 56,00% tercatat baru terealisasi sebesar 63,39%. Pada dana perimbangan, realisasi paling tinggi dicatatkan oleh Dana Alokasi Umum (DAU) yang mencapai 83,33%.