Satu Peraih Emas Sains Dunia Putra Gubernur Jateng

Satu Peraih Emas Sains Internasional adalah Putra Gubernur Jateng
Sumber :
  • Dwi Royanto/Semarang
VIVA co.id
img_title Bocah Jenius Semarang Sabet Medali Emas di Korea Selatan
- Satu di antara lima siswa SMP di Semarang yang meraih medali emas dalam ajang lomba sains tingkat internasional di Korea Selatan adalah Muhammad Zinedine Alam Ganjar (13 tahun). Dia adalah putra tunggal Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Lima Siswa Semarang Sabet Tiga Emas Lomba Sains di Korea

Meski sebagai putra gubernur, Alam mampu membuktikan diri mampu berprestasi dalam ajang internasional The 6th ASEAN+3 Teacher Workshop and Student Science Camp Changwon City, Korea Selatan, pada 11-18 Januari 2015. Lomba itu diikuti pelajar negara lain seperti Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Taiwan, Tiongkok, Laos, dan Korea Selatan.
img_title Lima Siswa Jateng Sabet Emas Lomba Sains di Korsel


Sebagai salah satu wakil Indonesia di ajang itu, Alam mengaku tak gentar meski bersaing dengan pelajar berbagai negara. Bahkan, konsep serta proyek yang digagas Alam, siswa kelas 7 SMP, itu pantas diacungi jempol di antara siswa negara lain. Alam sebagai wakil Indonesia menjadi satu tim dengan siswa asal Vietnam, Thailand, Malaysia, Brune Darusalam, Singapura dan Korea.

"Format lombanya model tim bersama negara lain. Nah, tim itu diminta membuat proyek rumah pintar otomatis, terintegrasi, ramah lingkungan, dan sehat," kata Alam kepada VIVA co.id di Semarang, Selasa, 20 Januari 2015.

Dalam proyek yang bertema The Green, Smart Home itu, Alam dan kelompoknya membuat sebuah konsep mengenai fitur pencahayaan yang ramah lingkungan dan hemat energi dengan memanfaatkan lampu LED dan solar sel. Teknisnya, ia mendesain sebuah rumah menggunakan sebanyak mungkin kaca untuk menghasilkan pencahayaan yang ramah lingkungan dengan pemanfaatan sumber daya alam.

"Kami manfaatkan satu lampu LED untuk menghasilkan cahaya yang dipantulkan di kaca dari pancaran sinar Matahari," kata Alam.

Dalam proses menyusun proyek itu, dia menambahkan, masing-masing regu diberi waktu selama enam hari untuk selalu berdiskusi dan bereksperimen sesuai tema yang dipilih. "Setiap malam, kami dikasih waktu untuk membuat dan mematangkan konsep. Lalu, semua ikut presentasi menggunakan bahasa Inggris. Masing-masing orang mendapatkan jatah presentasi proyeknya,” kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Namun, perjuangan Alam dan timnya tidak selalu berjalan mulus. Kendala yang dihadapi adalah anggota tim yang berasal dari negara berbeda. Komunikasi dan kesolidan tim menjadi kendala paling berarti. "Kami harus benar-benar kerja keras, sehingga mendapatkan konsep yang maksimal," ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut