Keanehan Jejak Kaki Macan di Tembalang Semarang

Ikon Desa Kramas Tembalang Semarang
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dody Handoko
VIVA.co.id
img_title Siswa SMK Tak Naik Kelas Gara-gara Penghayat Kepercayaan
- Desa Kramas Tembalang Semarang adalah sebuah desa yang terletak di pinggiran kota Semarang. Perkampungan yang dekat dengan kampus Undip di Tembalang ini banyak kontrakan mahasiswa tersebar. Selain itu juga banyak perumahan mewah dengan harga ratusan juta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title 17 Negara Sepakat Jaga Keamanan Kawasan Perairan

Di sudut desa Kramas, di sebuah kebun terdapat jurang yang cukup curam. Di bawah jurang terdapat semak belukar dan pepohonan yang rimbun. Jalan akses masuk sangat curam sehingga jarang dimasuki orang sampai sekarang. Lokasi ke tebing jurang juga sulit dijangkau karena rimbun, melewati kebun yang cukup luas.
img_title Garap Listrik di Semarang, Denmark Kucurkan Rp30 Miliar


Beberapa tahun lalu, warga desa Kramas pernah digegerkan karena ditemukan jejak kaki binatang buas seperti macan atau harimau. Jejak kaki itu menyusur dari pinggir kebun sampai ke tepi jurang.

“Saya sempat melihat jejak kaki itu ,saya ikuti lenyap di tepi jurang,” ujar Gunarso (40), warga Kramas menceritakan kejadian menggemparkan itu.

Saat ditemukan jejak itu, beberapa hari warga tidak berani keluar rumah karena ketakutan. Mereka tidak menduga bahwa masih ada macan yang hidup di desa yang banyak dihuni warga itu. Padahal penampakan terakhir macan itu sekitar tahun 1995-1998.

Jejak kaki macan itu mengingatkan warga kejadian sekitar tahun 1990-an. Saat itu ada warga yang nekat turun ke jurang ingin mengetahui kondisinya. Ternyata dia menemukan anak macan lalu di bawa ke rumahnya.

Malam harinya terjadi kehebohan, induk macan itu berkeliaran dari ujung desa ke ujung desa. Suara geramannya yang keras membuat warga ketakutan. Dengusannya jelas terdengar dari rumah warga yang berdinding papan. Induk macam itu berkeliling mencari anaknya yang dibawa warga.

Sesampai di dekat rumah orang yang menyimpan anak macan itu, induk macan mengaum keras, kakinya menggaruk-garuk dinding rumah berkali-kali menimbulkan suara berisik. Semalamana macan itu menteror pemilik rumah,  menggeram-geram di samping rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Pemilik rumah pun menggigil ketakutan tak berani mengintip keluar rumah. Akhirnya keesokan paginya, buru-buru anak macan itu dikembalikan ke dalam jurang. Setelah itu gangguan macan tak muncul lagi. Suasana kembali tenang.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut