Keterangan Berubah-ubah, Hakim Semprot Eks Staf Ahli Sutan

Sidang Eksepsi Sutan Bhatoegana
Sidang Eksepsi Sutan Bhatoegana
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id - Persidangan mantan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Waryono Karno, kembali digelar dengan menghadirkan eks Tenaga Ahli Sutan Bhatoegana yang bernama lryanto Muchyi sebagai saksi.

Iryanto sempat ditegur oleh Majelis Hakim lantaran berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

Awalnya, lryanto mengaku bahwa dia pernah disuruh Sutan untuk mengambil suatu titipan dari Kepala Biro Keuangan Kementerian ESDM ketika itu, Didi Dwi Sutrisnohadi.

Titipan yang berupa paper bag itu belakangan diketahui berisi uang untuk mempermulus pembahasan APBN-P 2013 dalam rapat kerja di DPR

Keterangan tersebut dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Iryanto, ketika dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Waryono Karno, saat proses penyidikan KPK.

"Saya oleh Pak Sutan Bhatoegana diminta untuk mengambil undangan kepada Didi Dwi Sutrinsohadi. Untuk melaksanakan perintah itu saya menelpon Pak Didi Dwi," kata Iryanto dalam BAP yang dibacakan oleh Hakim Anggota Saiful Arif di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2015.

Pada salah satu poin, lryanto menerangkan bahwa ada titipan yang diserahkan oleh Didi di ruang kerja dia di lantai 6 Gedung Kementerian ESDM.

"Pak Didi Dwi menyerahkan amplop besar warna cokelat dimasukkan ke dalam tas kertas, setelah menerima itu saya kembali ke DPR dan amplop saya serahkan ke Iqbal," ujar Hakim Saiful membacakan BAP Iryanto.

Namun, keterangan tersebut kemudian berubah saat Iryanto diperiksa untuk tersangka Sutan. lryanto menyebut bahwa dia mengambil titipan tersebut disuruh, bukan oleh Sutan melainkan oleh Didi.

"Karena dipanggil dan ada titipan untuk Pak Sutan, saya datang saja," ujar Iryanto dalam persidangan.

Paper bag tersebut lantas diserahkan lryanto kepada staf pribadi Sutan bernama Iqbal. "Pak Didi hanya menyampaikan sampaikan saja ke Pak Sutan," ujar dia.

Iryanto juga menyebut adanya titipan tersebut juga sempat disampaikan ke Sutan saat bertemu di Plaza Senayan. Menurut Iryanto, ketika itu Sutan hanya mengangguk saja.

Perbedaan keterangan yang diberikan lryanto tersebut, menjadi perhatian Majelis Hakim. Hakim kembali mengkonfirmasi keterangan berbeda di dua BAP untuk tersangka Waryono dan tersangka Sutan kepada lryanto.

"BAP pertama saya ubah. Galau, karena kejadian sudah lama. Ternyata Pak Didi yang telepon saya, bukan Pak Sutan," jawab lryanto.

Keterangan lryanto tersebut kembali ditegaskan Hakim Anggota, Saiful Arif. "Kalau saudara sekedar cerita di warung kopi kemarin bilang A, sekarang B mungkin tidak begitu masalah, tapi sekarang saudara di persidangan," ujar dia.

"Anda S-2 kan Pak? tenaga ahli? Masa Bapak beri keterangan seenaknya saja," kata Hakim Saiful.

Diketahui pada dakwaan kedua, Waryono didakwa telah memberikan suap sebesar US$140 ribu kepada Sutan Bhatoegana selaku Ketua Komisi VII DPR melalui Iryanto Muchyi.

Perbuatan Waryono tersebut diatur dan diancam pidana dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a subsdair Pasal 13 Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (ase)