Cuaca Ekstrem, BNPB Kirim 13,4 Ton Bahan Makanan ke Papua

Ilustrasi kekeringan
Sumber :
  • REUTERS
VIVA.co.id
Papua Bangun Kompleks Olahraga Mewah untuk PON 2020
- Cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Nduga, Kabupaten Lani Jaya dan Kabupaten Puncak Provinsi Papua menyebabkan komoditas pertanian mengalami puso atau gagal panen. Bahkan di daerah tersebut pada 1-10 Juli 2015 terjadi hujan salju.

Selundupkan Kayu, 8 Warga Papua Nugini Dicokok TNI AL
Kepala Pusat Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan persnya mengatakan, ada puluhan ribu kepala keluarga (KK) terdampak cuaca ekstrem tersebut. 

Pendidikan di Kawasan Indonesia Timur Masih Timpang
"Umbi-umbian dan hasil kebun tidak ada yang bisa dipanen. Cuaca dingin menyebabkan ternak mati dan sebagian warga sakit. Ada 6 distrik, 21 kampung dengan 20.160 KK yang terdampak kekeringan di 3 kabupaten tersebut. Distrik yang terdampak parah adalah Distrik Kuyawage, Wano Barat, Kuwa Balim, Utpagga, Nenggejadin dan Agundugame," ujarnya Minggu 19 Juli 2015.

Menurut Sutopo, Lokasi yang berada di ketinggian 2.700 meter di atas permukaan laut (MDPL), dengan adanya keterbatasan kebutuhan dasar seperti bahan makanan, kebutuhan bayi/anak, obat-obatan dan radio komunikasi menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

"Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kab Lani Jaya ada 11 orang meninggal dunia, di mana 5 balita, 2 anak-anak dan 4 dewasa," kata Sutopo.

Menanggapi laporan dari BPBD Papua pada 14 Juli lalu, Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah memerintahkan deputi penanganan darurat BNPB segera mengirimkan bantuan berkoordinasi Kementerian Sosial, BPBD Papua dan Pemda setempat.

"Bantuan makanan 13,4 ton yang ada di BPBD Papua dan 15 ton beras dikirim ke Kabupaten Nduga, Kabupaten Lani Jaya, dan Kabupaten Puncak pada 17-19 Juli 2015," tambahnya.

Lebih lanjut, Sutopo mengatakan, pada 17 Juli lalu bantuan beras dan logistik telah didistribusikan ke Distrik Agundugame Kabupaten Puncak dan Distrik Kuyawage Kabupaten Lani Jaya.

"Pengiriman bantuan dengan pesawat carter Susy Air menggunakan landasan darurat yang ada di dekat daerah terdampak. BNPB menyiapkan dana siap pakai Rp 250 juta untuk pengiriman logistik. Untuk menjangkau Distrik Kuyawage, Wano Barat dan Kuwa Balim Kab Lani Jaya diperlukan waktu 10 hari jalan kaki dari ibukota Lani Jaya," jelasnya. 
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya