Menristek Bekukan Tiga Perguruan Tinggi

Menristek Muhammad Nasir
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi
VIVA.co.id
img_title 10 Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Timur Tutup
- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengungkapkan, setidaknya ada lima perguruan tinggi yang tercatat tidak melakukan sistem perkuliahan secara benar. Tiga di antaranya sudah dibekukan operasionalnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Menristek: Jakarta Bisa Pakai Electric Bus pada 2017
Tiga perguruan tinggi tersebut berada di wilayah Jawa Timur dan telah dibekukan oleh pemerintah sebelum Hari Raya Idul Fitri. Sementara dua lainnya yang berada di wilayah Jawa Barat baru terindikasikan mengadopsi sistem pembelajaran yang tidak sesuai.

img_title 243 Kampus Curhat Cara Pemerintah 'Binasakan' PTS
"Ini tidak ditenggarai melakukan proses pembelajaran yang wajar. Tiga universitas sudah dibekukan," kata Nasir saat melakukan sidak di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu 26 Juli 2015.

Sekedar informasi, ketiga perguruan tinggi yang telah dibekukan adalah, Insitut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo di Malang, IKIP Persatuan Guru Repulik Indonesia (PGRI) di Jember, dan Universitas PGRI Ronggolawe di Tuban.

Nasir menuturkan, dengan pembekuan ini, status dari ketiga perguruan tinggi itu dinyatakan nonaktif atau dilarang untuk menerima mahasiswa baru sampai permasalahan internal yang dialami bisa terselesaikan.

Selain itu, Nasir turut menyoroti kinerja dari dua perguruan tinggi yang terindikasi melakukan sistem pembelajaran yang tidak benar. Kedua perguruan ini hanya mengadopsi waktu perkuliahan yang relatif singkat. Para mahasiswa hanya membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk mendapatkan ijazah tingkat sarjana.

"Ini tidak sesuai. Contoh misal S1 sebanyak 144 Satuan Kredit Semester (SKS). Paling tidak harus delapan semester. Kalau cuma dua tahun kira-kira melanggar kodrat enggak?" kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski tidak menyebutkan secara pasti kedua universitas tersebut, Nasir mengimbau kepada calon-calon mahasiswa baru agar mencari informasi perguruan tinggi apakah bermasalah maupun tidak. "Nanti lihat perguruan tinggi yang dituju. Kalau nonaktif, jangan dilanjutkan," katanya.

 Menristekdikti Mohamad Nasir di Gedung Dikti, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Tak Di-reshuffle, Menristekdikti Beberkan Terobosannya

Presiden Jokowi hari ini mengumumkan reshuffle sejumlah menteri.

img_title
VIVA.co.id
27 Juli 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut