Kata JK Soal Efisiensi Pembangunan Pembangkit Listrik

Petugas PT PLN (Persero) melakukan pemeriksaan rutin di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Taman Jeranjang. Lombok, NTB.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
VIVA.co.id
- Wakil Presiden Jusuf Kalla menargetkan efisiensi hingga 50 persen dalam pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt. Saat ini, pemerintah telah menganggarkan Rp250 triliun untuk megaproyek ini.

Efisiensi itu, kata Kalla bisa dilakukan dari bahan baku.

"Ya, kalau dipusatkan sentralisasi bajanya, sehingga efisiensinya besar sekali baik dari segi harga juga dari segi ukuran bisa distandarkan," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa 25 Agustus 2015.

Jadi, kata dia, dana Rp250 triliun itu diperkirakan bakal turun.

"Wah, nanti itulah bisa besar bisa mungkin turun sampai 20-30 persen. Lebihlah, karena harga turun juga dewasa ini, bisa sampai 50 persen turun harganya kalau cara begini kita pakai dan kecepatannya bisa tiga tahun selesai bisa harga turun dan semua orang kerja," kata dia.

Namun, kata dia, untuk penyediaan bahan baku, Kalla berharap Krakatu Steel dan pabrik baja lainnya harus kuat konsorium untuk mensuplai baja yang dibutuhkan.

"Tak tanggung-tanggung untuk baja saja dibutuhkan 2,5 ton," ujar dia.

Klaim Surplus, Listrik di Sulawesi Justru Padam 8 Jam

Selain itu, kata dia, Kalla juga menargekan penyelesaikan transmisi 46 ribu kilometer. Sebab, transmisi ini harus selesai sebelum pembangkitnya selesai.

"Jadi, ini butuh waktu tiga tahun," kata dia. (asp)
Rupiah Menguat, Tarif Listrik Agustus Turun

Pekerja memasang kawat baja sebelum pengujian tower transmisi listrik milik PLN. Foto ilustrasi

34 Proyek Pembangkit Listrik Mangkrak, Negara Merugi

Sari 34 proyek ada 12 proyek tidak bisa berlanjut.

img_title
VIVA.co.id
4 November 2016