Berdayakan Penyandang Disabilitas Intelektual

Peresmian gedung penyandang disabilitas
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

VIVA.co.id - Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, meminta masyarakat untuk menyediakan hak mandiri dan diakui bagi penyandang disabilitas dalam kehidupannya.

Sebab itu, cara pandang yang terbatas terhadap proses rehabilitasi, selayaknya tak digunakan lagi.

"Masyarakat hanya terpaku pada masalah rehabilitasi. Padahal, bagi penyandang disabilitas membutuhkan pemberdayaan sosialnya sebagai wadah untuk mewujudkan kemandirian mereka," kata Khofifah saat peresmian Gedung Sentra Pemberdayaan Sosial dan Vokasional penyandang disabilitas intelektual Yayasan Asih Budi dan Lippo Grup, Senin 31 Agustus 2015.

Mensos Heran Peredaran Narkoba Kian Marak di Madura

[]

Retno Astoeti Aryanto, ketua Dewan Pembina Yayasan Asih Budi, didampingi Mochtar Riyadi, chairman Lippo Group, menambahkan, saat ini jumlah penyandang disabilitas intelektual di Indonesia mencapai 2,75 persen dari 280 juta penduduk atau setara 7,7 juta orang.

Ironisnya, jumlah itu tak dibarengi dengan pelayanan yang memadai bagi mereka. Karena itu, pihaknya bersama Lippo Group berinisiatif untuk memfasilitasi pemberdayaan sosial terhadap penyandang disabilitas intelektual dengan memberikan bantuan ruang workshop dan empat ruang kelas di SLB Asih Budi.

[]

"Ini sebagai wujud kepedulian kami kepada para penyandang disabilitas intelektual (tuna grahita) agar mereka mampu jadi insan mandiri dan bisa berkontribusi di masyarakat," ujar Mochtar Riyadi.

Reaksi Kocak Kapolda Jatim Namanya Masuk Survei Pilkada
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa

Mensos Sebut Porseka Bagian Revolusi Mental

Porseka dorong santri sehat jasmani dan kejiwaan.

img_title
VIVA.co.id
7 Agustus 2016