Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Melorot Lagi

Indeks Persepsi Korupsi 2014
Indeks Persepsi Korupsi 2014
Sumber :
  • Transparansi Internasional

VIVA.co.id - Indeks persepsi korupsi 2015 menempatkan Indonesia di posisi 117 dari 175 negara di dunia dengan level korupsi masih tinggi. Hingga akhir 2014, Indonesia memiliki skor 34 dari skala 0-100 (0 berarti sangat korup dan 100 berarti sangat bersih).

"Dari skor tersebut menggambarkan ada stagnasi yang berkaitan dengan sektor politik dan perizinan, ini membuat skor kita tidak beranjak," ujar Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia (TII), Dadang Trisasongko, dalam sambutannya di acara  Peluncuran Survei Persepsi Korupsi 2015 di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa 15 September 2015.

Padahal, menurut TII strategi nasional pencegahan dan pemberantasan korupsi (Stranas PPK) merupakan salah satu instrumen yang potensial digunakan sebagai panduan dalam mencegah dan memberantas korupsi di Indonesia. Pasalnya, indikator utama keberhasilan Stranas PPK di tingkat nasional diukur dengan menggunakan Corruption Perception Index (CPI) dan National Integrity System (NIS).

"Penggunaan CPI dan NIS sebagai indikator keberhasilan upaya pemberantasan korupsi dinilai tepat mengingat keduanya merupakan indikator global yang paling sering digunakan untuk menilai keberhasilan upaya pemberantasan korupsi di dunia," ujar Wahyudi Thohary, Peneliti Transparency International, dalam acara Peluncuran Survei Persepsi Korupsi 2015.

Meski begitu, Wahyudi menilai pemerintah kini concern melakukan aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia. Hal itu ditandai penerbitan Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2012 tentang Stranas PPK Jangka Panjang 2012-2025 dan Stranas PPK Jangka Menengah tahun 2012-2014.

"Dalam rencana aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi (Renaksi PPK) tersebut Presiden secara tegas menginstruksikan kepada semua jajaran pemerintahan baik di tingkat nasional maupun tingkat daerah (Gubernur dan Bupati/Walikota) untuk mengimplementasikan Stranas PPK," kata Wahyudi.

Pada laporan survei indeks persepsi korupsi tahun 2014, dengan skor yang sama, yakni 34, Indonesia berada di posisi 107 dari 174 negara di dunia. Meski terbilang membaik ketimbang skor tahun 2013 (skor 32), namun angka tersebut masih berada di bawah skor rata-rata negara dunia dan ASEAN yang masing-masing di angka 43 dan 39.  

Survei persepsi korupsi merupakan alat untuk memetakan risiko korupsi dan menilai efektifitas program antikorupsi dalam rangka pencapaian target-target Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (Stranas PPK) yang dijalankan pemerintah.